Jalan di Tempat Proses Pengusutan Maling 4 Komputer Kama FEB  

LPM Pabelan

Ilustrasi: Pabelan Online/Novel

Pabelan-online.com, UMS – Tak adanya CCTV menjadi persoalan keamanan di Gedung Kama FEB pasca hilangnya empat buah komputer pada bulan lalu. Sebab, kehilangan barang bukan lagi menjadi tanggung jawab satpam.

Wakil Komandan Satuan Pengaman (Satpam) Sulardi dan Komandan Intel Agustin menjelaskan perihal hilangnya empat komputer di Keluarga Mahasiswa (Kama) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada bulan Maret silam. Sulardi menilai bahwa fasilitas keamanan di Kama FEB saat ini sudah memadai.

Dulu, sempat ada Closed Circuit Televison (CCTV) dari luar yang mengarah ke Gedung Kama. Namun, jaringan CCTV terputus karena adanya renovasi pembangunan, Sarpras pada gedung itu pun menjadi terkendala.

Maka, saat ada orang yang masuk ke dalam ruangan, kata Agustin, orang lain tidak bisa melihat aktivitas di dalam. Selama ini, akses pintu utama Gedung Kama FEB sering ditemui dalam keadaan terbuka 24 jam penuh. Meski sudah malam, satpam yang bertugas sering kali melihat ada mahasiswa yang masih berada di sana. 

“Artinya, kami tidak bisa mengandalkan dari tim kami untuk patroli dan kontrol di sana”, ujar Sulardi saat ditemui di pos satpam di samping Kampus 1, Sabtu (19/04/2025).

Agustin menegaskan bahwa belum ada laporan yang tertulis, satpam mengira mahasiswa akan mencari secara internal. Selain itu, kehilangan di Kama bukan menjadi tanggung jawab satpam, melainkan tanggung jawab mahasiswa itu sendiri.

“Karena barang milik mereka seharusnya menjadi tanggung jawab mereka untuk mengamankannya,” kata Agustin. 

Agustin beralasan, selama tiga tahun terakhir, setiap kehilangan baik itu di tempat fotokopi, Indomaret, hingga warung makan, pihak yang bertanggung jawab selalu dibebankan kepada satpam. “Seolah keamanan kita yang bertanggung jawab, kalau hilang melapor ke satpam, maka yang berhak mencari satpam itu juga,” ucapnya mengeluh.

Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB, Elsa Dodo Septiandi mengatakan, tiga komputer milik Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) dan satu komputer BEM hilang di waktu yang bersamaan. Meskipun pintu utama Kama rusak, setiap ruangan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) sudah memiliki kunci gembok internal masing-masing berupa Personal Identification Number (PIN).

“Setiap ormawa itu pintunya selalu digembok, gembok itu yang tahu internal ormawa masing masing,” jelasnya pada Kamis (17/04/2025).

Elsa sudah melaporkan kasus kehilangan ini ke tiga pihak, yaitu Tata Usaha (TU) Fakultas, Biro Administrasi Umum (BAU), dan satpam Agustin untuk membantu menindaklanjuti akses CCTV. Sebab, sorotan CCTV yang mengarah Kama hanya ada dari belakang Gedung Olah Raga (GOR) FEB dan depan pos Satpam kampus 2.

“Selama ini belum ada CCTV di dalam ruangan ini,” ungkap Elsa.

Hampir sebulan berlalu, kinerja BEM tidak terlalu terganggu karena masih dapat menggunakan laptop pribadi masing-masing. Di sisi lain, urusan arsip dan administrasi data sudah digandakan di Google Drive, begitu pun dengan HMP. Dugaan sementara, pelaku menggunakan mobil untuk mengeksekusi penggarongan empat buah komputer. 

“Logikanya, kalau pakai motor, ya masa dibopong?” ujar Elsa menerangkan.

Elsa berencana akan menemui pihak TU lagi ke depannya untuk memperkuat bukti CCTV. Ia juga sudah berupaya meminta akses ke banyak titik CCTV. “Siti Walidah, perpus, dan satpam kampus dua,” tambahnya.

Elsa mengaku lupa tanggal persisnya komputer itu lenyap. Seingatnya, di hari komputer-komputer itu hilang, semenjak sore hingga pukul 10 malam, masih ada mahasiswa yang berada di Kama dan komputer itu masih ada di tempatnya. Menjelang larut, ia dan teman-temannya pulang. 

Namun, di pagi keesokan harinya, komputer itu sudah tidak di tempatnya lagi. “Paginya aku cek waktu ada kelas pagi, aku datang ke sekre aku tanyakan ke teman-teman Kama sekitar, ya sudah tidak ada,” tutur Elsa.

Agar kasus serupa tak terulang kembali, Elsa telah menghimbau kepada mahasiswa FEB untuk lebih menjaga barang pribadinya. Sebab, ia sudah pernah mengajukan CCTV kepada pihak TU. “Tapi sampai sekarang ya tidak tahu dari universitas bagaimana,” keluh Elsa di akhir wawancara.

Reporter: Rama Ditya Arfansyah 

Editor: Muhammad Farhan

Also Read

Tinggalkan komentar