
Di kamar gelap
Aku bisa menjadi raja
Mungkin sekaligus ratu
Bahkan pangeran tanpa ibu
Aku bisa menembus rimba belantara tanpa berjalan
Aku bisa membangun kota peradaban sendirian
Aku bisa meracik peluru dari mesiu tanpa aturan
Tanpa percekcokkan
Tanpa kekangan
Aku bisa tak terlihat serupa udara
Aku bisa menjadi benda tak bernyawa
Bahkan, aku bisa menjadi semesta
Enggan keluar
Di luar terlalu banyak yang perlu dipertanyakan
Terlalu banyak pernyataan kontra yang melahirkan pertikaian
Terlalu banyak ketidakadilan
Tapi aku tidak ingin diam
Aku tidak mau bungkam
Salah siapa membiarkanku tumbuh berkembang
Aku terlalu besar untuk abai permasalahan ketidakadilan
Dan ketika aku mulai bicara
Melontarkan suara yang meletup-letup di dada
Namun kau mematung dan tak mendengarkannya
Maka….
Sambutlah aku sebagai malapetaka.
Penulis adalahDi kamar gelap
Aku bisa menjadi raja
Mungkin sekaligus ratu
Bahkan pangeran tanpa ibu
Aku bisa menembus rimba belantara tanpa berjalan
Aku bisa membangun kota peradaban sendirian
Aku bisa meracik peluru dari mesiu tanpa aturan
Tanpa percekcokkan
Tanpa kekangan
Aku bisa tak terlihat serupa udara
Aku bisa menjadi benda tak bernyawa
Bahkan, aku bisa menjadi semesta
Enggan keluar
Di luar terlalu banyak yang perlu dipertanyakan
Terlalu banyak pernyataan kontra yang melahirkan pertikaian
Terlalu banyak ketidakadilan
Tapi aku tidak ingin diam
Aku tidak mau bungkam
Salah siapa membiarkanku tumbuh berkembang
Aku terlalu besar untuk abai permasalahan ketidakadilan
Dan ketika aku mulai bicara
Melontarkan suara yang meletup-letup di dada
Namun kau mematung dan tak mendengarkannya
Maka….
Sambutlah aku sebagai malapetaka.
Penulis adalah Prasetiyo Leksono Nur Widodo, Mahasiswa Teknik Industri.






