LPM Pabelan

Momen pelantikan Presiden dan Wakil presiden Badan Eksekuif Mahasiswa periode 2025. (Kiri) Muhammad Naufal Fajar dan Teguh Jairyanur Akbar. (19/3) Foto: Pabelan Online/Nizam Rifyal Aufa

Pabelan-online.com, UMS – Setelah vakum selama hampir tiga tahun, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali bangkit. Di bawah kepemimpinan baru, BEM-U mulai menyusun kabinet dan mulai mempersiapkan open recruitment untuk periode ini.

Wakil Presiden BEM UMS Teguh Jairyanur Akbar menjelaskan bahwa nama kabinet tersebut menjadi simbol dimulainya kembali perjuangan BEM bukan sebagai penerus, melainkan sebagai pelopor. “Artinya kita akan memulai kembali bukan sebagai penerus yang sebelumnya, melainkan yang kembali mempelopori ini semua,” ungkapnya  saat diwawancarai via WhatsApp pada Minggu, (27/04/2025).

Saat ini, BEM-U masih sedang menyelesaikan administrasi, merumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta menyiapkan mekanisme perekrutan anggota baru yang berlangsung pada akhir April hingga pekan pertama Mei. 

“Target yang ingin dicapai kisaran 70-80 orang,” imbuhnya.

Sistem rekrutmen akan menggabungkan pendekatan digital dan konvensional. Teguh menegaskan bahwa kriteria utama yang dicari adalah mahasiswa yang memiliki kemauan kuat untuk mengabdi, profesional, dan bertanggung jawab.

Mengenai struktur kabinet, Teguh menyebut akan ada banyak perubahan signifikan dalam bagan organisasinya. Walaupun demikian, daftar lengkap kementerian baru akan diumumkan di siaran pers resmi mendatang. Ia juga menegaskan tidak ada pendidikan dan pelatihan (diklat) lapangan seperti organisasi mahasiswa (ormawa) pada umumnya. 

“Tidak berbentuk diklat melainkan melalui rangkaian kegiatan upgrading dan bonding sebagai bentuk penanaman visi dan kompetensi,” ujarnya.

Menanggapi rekrutmen tersebut, Gubernur BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)  Ahmad Yasin Amanullah menilai langkah ini sebagai bentuk revitalisasi organisasi mahasiswa. Ia menyebut bahwa BEM-U perlu kembali menanam kaderisasi dari awal, mengingat lemahnya minat organisasi di kalangan mahasiswa beberapa tahun terkahir ini.

“Tantangan terbesar itu bagaimana BEM-U akan menginvestasikan orang-orang tersebut agar punya potensi dan meneruskan estafet perjuangan organisasi mahasiswa di UMS,” ujarnya saat ditemui langsung di depan Sekretariat Keluarga Mahasiswa (Kama) FKIP, pada Rabu (30/04/2025).

Ia menambahkan bahwa BEM FKIP turut mendukung, walaupun pasti nantinya akan ada tantangan. Antusiasme mahasiswa yang semakin menurun dalam berorganisasi itu menjadi kesulitan untuk mencari orang yang benar-benar mempunyai potensi. 

”Masih perlu waktu untuk membangkitkan kembali semangat berorganisasi,” tambahnya.

Ia melanjutkan bahwa, proses rekrutmen seharusnya inklusif yang ditujukan untuk bukan hanya ormawa saja. Tujuannya, kata Ahmad, agar  mahasiswa umum mengetahui adanya rekrutmen ini dan untuk ormawa lainya dapat membantu menyebarkan informasi ini ke seluruh mahasiswa. 

“Tahun ini fokusnya pada revitalisasi mengembalikan marwah, nama dan kehormatan baik untuk UMS ataupun organisasi yang berhubungan dengan BEM-U,” kata Ahmad di akhir wawancara.

Reporter: Baso Muh Wahidin

Editor: Aulya Rahma Santi 

Also Read

Tinggalkan komentar