LPM Pabelan

Meme: Pabelan Online/ Aqnan Syandi Syahsena

Pabelan-online.com, UMS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sempat melakukan pemanjangan waktu pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur untuk periode 2026. Gubernur baru BEM FKIP menjelaskan solusi yang akan ditempuh untuk mengonsolidasikan kabinetnya.

BEM FKIP resmi mengumumkan terpilihnya Annisa Qonita Istiqomah dan Ramy Naufal Al-Dzaky sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2026 pada Jumat, 9 Januari 2026. Sebelumnya, Panitia Reorganisasi Organisasi Kemahasiswaan (PROK) sempat memperpanjang masa pendaftaran yang diumumkan melalui akun Instagram @prokfkip pada dua hari sebelumnya.

Menurut seseorang yang mengaku peduli dengan Kama FKIP, salah satu penyebab masa pendaftaran itu diperpanjang adalah masalah kaderisasi BEM yang tak memiliki kejelasan untuk regenerasi kepengurusan periode selanjutnya. “Bisa disimpulkan kendala utama cuma kaderisasi BEM yang bobrok,” katanya, Kamis (8/1/2026).

Ia menyebutkan, beberapa penyebab lainnya yakni kurangnya pendekatan yang membuat beberapa orang tidak yakin dan enggan mengajukan diri. Menurutnya, keengganan itu disebabkan oleh kekhawatiran serta kurangnya monitoring dan penanaman pengetahuan.

“Jadi pada dasarnya kenapa molor, karena kurangnya pendekatan buat mengkader bakal calon gubernur atau wakil gubernur buat periode selanjutnya. Itu yang tidak dilakukan pada awal periode,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Annisa Qonita Istiqomah selaku Gubernur BEM FKIP 2026 menjelaskan solusi yang akan ditempuh untuk mencegah hal tersebut terulang kembali. Sebagai langkah awal, ia akan melakukan seleksi untuk anggota-anggota kabinetnya nanti.

“Iya, kita benahi dulu yang dalamnya dan kita kuatkan dulu mereka. Kita satukan pandangannya dulu. Nanti kalau kan semisal badan itu sudah kuat, itu kan nanti kan mempermudah untuk skala lebih besarnya,” jelasnya melalui telepon WhatsApp, Minggu (11/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa ia akan melakukan seleksi untuk posisi ketua dan sekretaris dalam setiap divisi pada struktural BEM terlebih dahulu. Annisa memastikan agar setiap individu yang masuk ke dalam kabinetnya adalah orang yang kompeten dan tidak hanya sekadar delegasi. 

“Jadi tidak hanya dipilih, tapi juga ada keinginan dari mereka untuk memiliki dan juga memperbaiki program kerja. Tidak hanya program kerja, tapi sistem, sistem yang ada di FKIP ini sendiri,” ungkapnya.

Annisa juga menginginkan adanya integrasi dan keharmonisan dalam Keluarga Mahasiswa (Kama) FKIP. Menurutnya, keharmonisan adalah hal yang penting karena sesuatu akan sulit untuk dijalankan tanpa adanya keharmonisan.

“Sebagus apapun sistemnya, kalau misal keharmonisan itu tidak terjadi kan pasti akan susah,” jelasnya.

Salah seorang anggota Kama FKIP Syahrial Pamudha Wardhana mengatakan setiap periode pasti punya kekurangan masing-masing sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, kualitas organisasi itu bergantung pada Sumber Daya Manusia (SDM), dan SDM yang bagus dibentuk dari proses kaderisasi yang tepat.

“Jadi buat harapan nanti untuk gubernur terpilih adalah fokus pada perbaikan internal dan penguatan kader di tingkat bawah agar bisa berjalan dengan baik ke depannya,” imbuhnya melalui pesan Whatsapp, Sabtu (10/1/2026).

Wakil Gubernur FKIP sebelumnya, Rastra Langlang Buana berharap agar kepemimpinan Annisa bisa lebih baik dari periodenya. “Semoga kepemimpinannya lebih baik lagi dari periode saya dan bisa lebih mengubah budaya keorganisasian di FKIP lebih positif lagi,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).

Reporter: Fauziah Salma Anfihar

Editor: Muhammad Farhan

Also Read

Tinggalkan komentar