“Cuma ada tiga orang di dunia, sudah jelas gadis itu akan mengawini Dukun jahat, betapapun jeleknya” Ada lima orang polisi yang sedang asik bercerita di
Dua Polisi berlari berbanjar dengan pistol lengkap siap tembak di tangan mereka. Disaat itulah sebuah pelor terlontar deras dari moncong pistol. Suaranya membendung keramaian pasar.
“Kenapa kau mempunyai benda itu?” tanya Rio Kutluk pada Hito Angkring. “Ini untuk jaga-jaga, bocah.” “Dari apa?” “Dari Polisi, kau mau menggunakannya?” “Mengapa kau berjaga
Rio Kutluk memahami, pada siapa Ibunya berteriak. Teriakan itu sering terdengar pada saat Ibunya mengejar-ngejar kucing yang kerap mencuri makanan di dapur, “Kucing, bangsat!” meskipun
Aku terbangun di pertengahan malam tanpa sebab. Saat kulemparkan tatapan mengantukku ke sudut ruangan, kudapati seorang lelaki tanggung tengah tertidur lelap. Ini kali pertamanya aku