Dua Polisi berlari berbanjar dengan pistol lengkap siap tembak di tangan mereka. Disaat itulah sebuah pelor terlontar deras dari moncong pistol. Suaranya membendung keramaian pasar.
“Kenapa kau mempunyai benda itu?” tanya Rio Kutluk pada Hito Angkring. “Ini untuk jaga-jaga, bocah.” “Dari apa?” “Dari Polisi, kau mau menggunakannya?” “Mengapa kau berjaga
Rio Kutluk memahami, pada siapa Ibunya berteriak. Teriakan itu sering terdengar pada saat Ibunya mengejar-ngejar kucing yang kerap mencuri makanan di dapur, “Kucing, bangsat!” meskipun
Aku terbangun di pertengahan malam tanpa sebab. Saat kulemparkan tatapan mengantukku ke sudut ruangan, kudapati seorang lelaki tanggung tengah tertidur lelap. Ini kali pertamanya aku
Malam semakin larut, hawa dingin setelah hujan, rasa kantuk dan lelah yang mendera, membuat kecekatan kami melambat. Namun, aku dan teman-teman karang taruna masih harus