LPM Pabelan

Spanduk peletakan batu pertama pembangunan Gedung Fakultas Teknik penuh dengan vandalisme. (18/2) Dok: Istimewa

Pabelan-online.com, UMS – Ketidakpastian kelanjutan proyek pembangunan Gedung Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menuai kritik berupa vandalisme di spanduk peletakan batu pertama di fakultas itu. Meskipun prosesi peletakan batu pertama sudah dilaksanakan, hingga saat ini belum terlihat aktivitas konstruksi di lokasi yang telah ditetapkan.

Dekan Fakultas Teknik Mochamad Solikin menjelaskan, meski seremonial peletakan batu pertama telah dilaksanakan sejak Oktober 2025 yang bertepatan dengan Milad UMS lalu, pelaksanaan pembangunan fisik hingga kini memang belum dimulai. Sebabnya, pembangunan gedung itu molor karena belum ada keputusan definitif mengenai pemenang tender proyek tersebut.

“Kalau kami sih menanyakan terus kan gitu, ya. Jadi, memang ada beberapa kali itu proses audiensi dengan pihak rektorat” ungkapnya saat ditemui di FT Gedung H lantai 2, Jumat (20/2/2026).

Solikin menjelaskan, secara administratif, tahapan lelang sebenarnya telah berjalan. Tahapan itu meliputi pengumuman hingga evaluasi penawaran. Namun, keputusan akhir mengenai mitra pelaksana proyek, ujar Solikin, masih berada di pimpinan universitas.

“Keputusan untuk memutuskan siapa yang kemudian diajak bekerja sama ini belum ada. Tanggal mulainya secara definitif juga belum ada,” jelasnya.

Ia mengatakan, proses lelang dilakukan secara berjenjang dan selektif. Dari belasan hingga puluhan rekanan yang mendaftar, proses seleksi kini telah dikerucutkan menjadi tiga kandidat yang dinilai memenuhi kualifikasi.

“Yang jelas, informasi terakhir itu sudah dikerucutkan menjadi tiga calon rekanan yang dianggap memenuhi kualifikasi. Tapi dari tiga ini tetap harus dipilih salah satu,” ucapnya.

Mengenai penentuan rekanan lelang, Solikin mengatakan bahwa hal tersebut menjadi urusan Direktorat Aset Sarana dan Prasarana (DASP). “Meskipun tentu koordinasinya di Wakil Rektor II,” tambahnya.

Spanduk peletakan batu pertama pembangunan Gedung Fakultas Teknik sudah dicopot usai menerima kritik berupa vandalisme. (20/2) Dok: Istimewa

Menanggapi kritik vandalisme, Solikin mengatakan, berdasarkan laporan Wakil Dekan I, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) periode lalu telah menyampaikan aspirasi mengenai progres pembangunan gedung tersebut.

“Mereka katanya ada rencana mau audiensi dengan rektorat,” ungkapnya.

Kepala Bagian (Kabag) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Direktorat Aset Sarana dan Prasarana (DASP) UMS Hasyim Asy’ari menyayangkan tindakan tersebut. Ia menilai aksi mencoret-coret tanpa didahului tabayun ( penjelasan – red ) atau komunikasi kepada pihak fakultas maupun pimpinan merupakan sikap yang kurang tepat bagi kalangan akademisi.

“Alangkah baiknya kalau ditanyakan secara baik-baik.” jawabnya saat ditemui di kantor DASP Gedung Siti Walidah lantai 3, Jumat (20/02/2026).

Meski begitu, Hasyim mengatakan tidak berupaya mencari tahu pelaku karena, tindakan tersebut sudah jelas merupakan hal yang tidak benar. Menurutnya, yang lebih penting yaitu pentingnya memiliki kesadaran dan tanggung jawab dari pihak yang bersangkutan untuk menyampaikan aspirasi secara baik. 

“Artinya, kalau memang dia punya tanggung jawab, ya monggo (silakan -red) kalau mau baik-baik gitu. Apakah dia sudah melakukan tanya jawab kepada fakultas atau bagaimana. Kalau tiba-tiba seperti itu, padahal kita nggak pernah ditanya juga,” tambahnya.

Hingga berita ini terbit, Wakil Rektor (WR) II Bidang Keuangan, Investasi, dan Aset UMS Muhammad Da’i belum merespons pertanyaan yang dikirim melalui WhatsApp.

Reporter: Fara Himatul Ahya

Editor: Aulia Freyaniti Rengganis

Also Read

Tinggalkan komentar