LPM Pabelan

Seseorang melintas di tepi Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan yang ditempeli spanduk dengan gambar Jolly Roger dan vandel bertuliskan narasi tentang keadilan saat Ekspo UKM 2025. (25/8) Foto: Pabelan Online/Muhammad Farhan

Pabelan-online.com, UMS – Motif pengibaran bendera Jolly Roger dan pembentangan vandel-vandel oleh Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Universitas (BEM U) di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan saat Ekspo UMS 2025 merupakan ajakan agar mahasiswa baru melek dengan realitas kondisi negara saat ini. BEM U melakukan hal tersebut karena menilai kampus seakan bungkam terhadap problematika negara.

Menteri Luar Negeri BEM U, Naufal Aulia Darojat menjelaskan, ada dua motif dari pembentangan vendel dan bendera Jolly Roger di Ekspo 2025. Pertama, BEM UMS ingin mahasiswa melek dengan kondisi negara yang selalu memberikan perilaku buruk setiap harinya. Kedua, itu merupakan bentuk keberpihakan mahasiswa hari ini yang perlu mengkritisi kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat.

Di sisi lain, ia juga memandang bahwa kampus seakan diam-diam saja dengan problematika sosial dan negara hari ini. dirinya menyebut jika BEM U menyinggung sikap yang diambil oleh kampus.

“Makanya, di postingan BEM ada satu postingan #kampusjangandiam. Dari situ pun kita sudah pantik dan kita inisiasi dengan gerakan reaksioner hari ini,” ucapnya saat ditemui di sekitar stand Ekspo BEM UMS, Senin (25/8/2025).

Di akhir wawancara, ia berharap supaya setidaknya secercah harapan yang mungkin bisa dituangkan kepada mahasiswa baru adalah memberikan penyadaran akan kondisi hari ini. Naufal juga mengajak bahwa anak muda juga perlu tampil karena saat ini negara sedang tidak baik-baik saja.

“Keyakinan-keyakinan yang sudah kita lakukan, yang kita yakini, setidaknya itu bisa kita rayakan sekecil-kecilnya, karena hal yang paling mudah dirayakan adalah keyakinan,” ujarnya.

Vandel-vandel dengan narasi agitasi perlawanan dan penolakan partai politik (parpol) yang memasuki kampus dibentangkan di dinding-dinding Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan saat Ekspo UKM 2025. (25/9). Foto: Pabelan Online/Muhammad Farhan

Menanggapi pernyataan BEM U, Kepala Biro Kemahasiswaan (Kabagmawa), Ahmad Kholid Alghifari mengayakan, suara mahasiswa di manapun dan apa pun itu adalah suara yang merepresentasikan sebagian dari komunitas.

“Kalau di kampus, berarti ya mahasiswa,” ucapnya, Senin (25/8/2025).

Kholid menjelaskan, kampus memiliki majelisnya sendiri dan terdapat prosedur tertentu jika memang ada suara yang mewakili kampus. Ia meyakini bahwa secara personal, pimpinan-pimpinan dan dosen mendukung suara dari mahasiswa tersebut.

“Itu kan suara-suara yang baik. Artinya kalau kebaikan, itu tentu juga akan didukung,” ujarnya.

Menyaksikan vandel-vandel yang dibentangkan di Edutorium, mahasiswa baru Program Studi Teknik Mesin, Naufal turut memberikan tanggapannya. Menurutnya, itu semua adalah suara dari mahasiswa untuk rakyat.

“Ini seperti mengungkapkan dari lubuk hati yang terdalam soal isu sosial, pemerintah di negeri ini yang bisa dibilang rusak,” ujarnya, Senin (25/8/2025).

Reporter: Nizam Rifyal Aufa & Muhammad Farhan

Editor: Bagas Pangestu

Also Read

Tinggalkan komentar