
Oleh : Tiwi Numrapi*
Dismenore merupakan suatu keadaan nyeri yang dirasakan oleh wanita ketika mengalami menstruasi. Biasanya terjadi pada hari pertama hingga hari kedua pada awal siklus menstruasi. Dismenorea bukanlah sesuatu yang baru, namun sejak lama dismenore tidak mendapatkan perhatian. Padahal prevalensi Dismenore menurut beberapa penelitian berada diatas angka 50%. Selain itu, Dismenore dapat menurunkan produktifitas dengan cara menurunkan konsentrasi hingga penderita harus terpaksa bed rest dan mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri.
Menstruasi (Menarche) merupakan tanda alami (natural symtomps) seorang remaja putri yang telah mengalami kematangan seksual. Menstruasi bukanlah suatu penyakit yang dialami wanita melainkan tanda normal kesuburan untuk dapat melangsungkan keturunan. Mahasiswi termasuk remaja putri yang memiliki resiko terserang dismenore. Ketika terserang nyeri saat menstruasi biasanya emosi menjadi tak terkendali. Sehingga terkadang hal tersebut menjadi bahan ejekan ketika mahasiswi sedang emosi dan sebagai alasan klise ‘karena itulah wanita selalu ingin dimengerti’. Kembali pada topik awal, mahasiswi yang sedang mengalami dismenore mengaku bahwa hal tersebut sangat mengganggu aktivitas mereka termasuk kegiatan perkuliahan dan organisasi. Beberapa mahasiswi yang lain memilih untuk meninggalkan aktivitasnya hingga rasa nyeri berkurang.
Dismenore primer dapat disebabkan karena usia menarche (menstruasi pertama) kurang dari 12 tahun, masa menstruasi yang panjang, aliran menstruasi yang deras, memiliki riwayat keluarga yang mengalami dismenore primer, overweight, dan merokok. Dismenore dipicu oleh adanya kontraksi uterus yang menyebabkan tersekresinya prostaglandin (PGFα2) sehingga meningkatkan intensitas nyeri pada dismenore primer.
Sebelum wanita terserang dismenore, sebenarnya dapat dilakukan tindakan preventif seperti mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk menjaga berat badan ideal, kurangi makanan bergaram tinggi dan berbumbu pedas untuk pertahanan air berlebihan sehingga menyebabkan nyeri, kurangi makanan yang mengandung tepung dan gula serta hindari kafein, seminggu sebelum menstruasi konsumsi makanan dengan tinggi kalsium agar mencegah rasa nyeri berlebihan, vitamin C untuk memperkuat system imun tubuh, tidak merokok, dan jangan lupa olahraga teratur.
*Mahasiswi Ilmu Gizi Semester V






