
UMS, Pabelan–Online.com – Peringatan 13 tahun kematian seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib,diwarnai dengan aksi Solidaritas Untuk Munir yang digelar di Bundaran Gladak, Surakarta dengan membentuk partisipan yang disebut Front Mahasiswa Rakyat (FMR), Kamis (7/9/2017). Aksi tersebut seakan mengingatkan kasus kelam Munir yang terbunuh pada 7 September 2004 silam yang masih belum tuntas hingga sekarang.
Selaku penanggungjawab aksi unjuk rasa ,Hisbun Payu atau yang akrab disapa Iss, menuturkan bahwa diadakannya aksi tersebut guna mengkampanyekan sesuatu yang penting namun sering diabaikan selama ini termasuk kasus kematian Munir 13 tahun silam. Untuk tidak menyia-nyiakan momen, Iss juga melakukan konsolidasi dengan partisipan yang bertujuan untuk penyatuan gerakan dan pendalaman materi. “Konsolidasi sebenarnya sersifat kondisional sesuai dengan kebutuhan, selama dua minggu mempersiapkannya secara matang dan telah mengadakan konsolidasi sebanyak empat kali,”ungkapnya.
Iss mengungkapkan alasannya begitu bersemangat mengkampanyekan aksi perihal HAM bahwa ia merasa tidak ada gunanya hidup jika tidak ada rasa kepedulian. “Munir itu kan orang hebat yang berjuang membela HAM sampai menemui ajalnya. Jangan menunggu untuk peduli ketika kita sendiri yang merasakan, tapi pedulilah dari sekarang tanpa harus merasakan,”ujar mahasiwa Program Studi Hukum tersebut.
Reporter: Inayah Nurfadilah
Editor: Aprilia Indra Setya Pangesti






