
UMS, pabelan-online.com – Praktikum Sistem Informasi Geografi (SIG) Fakultas Geografi (FG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) direncanakan beralih dari sistem manual ke sistem online. Perubahan tersebut belum dapat diresmikan sebab terhambat oleh beberapa kendala.
Era digitalisasi saat ini turut mempengaruhi dunia pendidikan. Mengikuti zaman serba digital ini, FG UMS tengah mengupayakan pemberdayaan teknologi menjadi strategi dalam pembaruan sistem praktikum. Peralihan sistem praktikum SIG dari manual ke sistem online, kini tengah menjalani masa percobaan dan tengah diupayakan menjadi sistem tetap dalam pelaksanaan praktikum FG.
Hal tersebut dicanangkan agar dosen dan mahasiswa dapat mengatur waktunya lebih efisien. Aditya Saputra selaku Dosen Praktikum SIG FG UMS menjelaskan, beberapa kendala menjadi faktor penghambat berlakunya sistem praktikum online. Gaptek menjadi momok, terlebih pada dosen-dosen yang terbilang sepuh, hal inilah faktor penghambat utamanya.
“Kultur di daerah Jawa sendiri juga masih mengharuskan kegiatan dengan saling tatap muka antara dosen dan mahasiswa,” tuturnya ketika ditemui tim Pabelan Online, Senin (11/11/2019).
Baca Juga: Bobroknya Sistem Kelas Internasional UMS
Aditya Syaifudin selaku Asisten Dosen (Asdos) Praktikum SIG menuturkan latar belakang tercetusnya ide sistem praktikum online ini. Syaifudin dengan beberapa asdos lain, awal mulanya melakukan observasi terhadap kegiatan pengumpulan tugas mahasiswa. Mahasiswa saat ini lebih sering mengumpulkan tugas melalui link atau email.
Hasil pengamatan tersebut membuat Syaifudin terpikir untuk mencetuskan sistem terbaru. “Setelah kami mencari kekurangan dan kelebihannya, akhirnya kami memberanikan untuk mencoba. Sistem online ini pun baru berjalan dua kali, dan mendapat respon yang baik,” ucap Syaifudin, Jumat (15/11/2019).
Syaifudin menambahkan, adanya sistem pengumpulan laporan praktikum baru ini bertujuan agar semua pihak dapat diuntungkan. Pihak mahasiswa dapat merasa leluasa dengan hanya mengirim soft file, dan asdos lebih mudah dalam mengoreksi tugas itu.
Rencananya, sistem praktikum online akan diresmikan setelah evaluasi praktikum ketiga dilaksanakan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan formulir yang akan disebar ke mahasiswa. Hasil tanggapan dari formulir tersebut, selanjutnya akan dikonsultasikan ke dosen dan diajukan ke dosen laboratorium.
Putri Eno sebagai mahasiswa yang mengikuti praktikum SIG, menjelaskan bahwa sistem terbaru ini sangat menguntungkan bagi mahasiswa. Pengumpulan dengan hanya mengirim soft file ke link yang disediakan Asdos, dirasa memudahkan mahasiswa ketimbang mengumpulkan hasil cetaknya. Evaluasi dari praktikum juga lebih mudah untuk dipantau, karena hasil evaluasinya dikirim melalui email atau Google Drive. “Namun sering terjadi masalah saat pengubahan file dalam bentuk .pdf, itu kendala dari peserta praktikum,” ujarnya, Selasa (19/11/2019).
Reporter : Risma Mutiasari dan Nur Raafika Sari
Editor : Alvanza A. Jagaddhita






