
Penyesalan
Kebenaran itu takkan pernah hilang
Walau malam berubah siang
Walau negeri ini tlah berganti dalang
Dulu, kukejar yang tak pasti
Hampir kujauhi yang abadi
Tanpa kuteliti apa yang akan terjadi
Dan tanpa menilai apa yang kudapati
Terlena dunia, pernah kurasakan
Akhirat, pernah terlupakan
Tak jarang kutinggalkan yang ada di hadapan
Berjalan, tanpa mengemban sebuah harapan
Suatu hari kupahami sebuah arti
Yang membawa kedamaian pada hidup ini
Dan menjadi pertanda bahwa perbuatanku selama ini
Tiada berarti di hadapan Sang Ilahi
Hatiku bergetar hebat
Jiwaku berguncang kuat
Kumohon ampun atas segala yang kuperbuat, sebelum aku melaksanakan syariat
Dalam kesendirian dan dalam uraian air mata,
Ketenangan datang menghampiriku
Semoga penyesalanku kini
Dapat membawaku ke jannahMu yang paling tinggi.
Aku Memahami
Aku
Aku berdiri bersandar di tembok ini
Memahami setiap isi bait yang kutemui
Ternyata tak bisa kumengerti
Hanya bisa melihat dan membacanya
Aku
Aku memang jalang dan tak berharga diri
Yang selalu mengusik diri dengan api
Menimba api dengan sayatan mimpi
Aku tercoreng ke lembah ini
Penulis : Ridhwan Nabawi
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta
Editor : Mulyani Adi Astutiatmaja
Baca Juga: Prodi Terbaru di UMS, PPG Berhasil Raih Akreditasi A






