
UMS, pabelan-online.com – Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional menyelenggarakan kegiatan Bincang Santai dengan tajuk “Pers Mahasiswa Tolak Tiga Periode, Pemilu Ditunda, dan Tipu-tipu” yang digelar secara daring pada Rabu, 13 April 2022 kemarin. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) untuk mengamati dan bertukar pikiran terkait isu-isu nasional.
Acara ini dihadiri sekitar 82 peserta, dibuka dengan penyampaian pendapat tiap-tiap PPMI Dewan Perwakilan (DK). Beberapa perwakilan PPMI DK menyampaikan pendapatnya terkait isu yang dibahas, seperti dari PPMI DK Surabaya, Yogyakarta, Madura, Purwokerto, Bangka Belitung, Kediri, dan Mataram.
Mereka sepakat untuk menolak wacana tiga periode dan penundaan pemilu, karena dinilai telah mencederai konstitusi dan melanggar pembatasan kekuasaan yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD). Mereka menyampaikan bahwa tidak perlu ada tiga periode dan penundaan pemilu walaupun dengan dalih pemulihan ekonomi.
Ika Ningtyas sebagai pemateri dari Aliansi Jurnalisme Indonesi (AJI) mengungkapkan isu ini perlu dikawal secara serius karena akan menjadi pintu kediktatoran dengan narasi-narasi yang telah disampaikan.
Muhammad Isnur dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) selaku pemateri menjelaskan dengan adanya wacana tiga periode ini telah melanggar banyak pasal UUD, salah satunya pasal 7A. Tambahnya, hal ini tidak seharusnya dilakukan karena presiden dan semua pejabat negara memiliki kewajiban untuk memegang teguh konstitusi negara.
“Apakah mereka hanya berpikir tentang pemilihan presiden, jadi ditunda sudah. Pemilihan legislatifnya diadakan pemilihan, presidennya tidak. Itukan menandakan bahwa pejabat kita tidak pernah membaca, tidak pernah memahami, tidak pernah mengetahui bagaimana konstitusi itu berlangsung,” ungkapnya, Rabu (13/4/2022).
Citra Safitrah, salah satu peserta kegiatan diskusi ini mengungkapkan bahwa dirinya tidak terkejut jika ada wacana tiga periode muncul. Menurutnya, sebagai pers mahasiswa sudah seharusnya ia menjadi garda terdepan untuk memberikan informasi yang aktual, menindak setiap isu dengan kritis, dan tindakan nyata sesuai dengan kode etik jurnalis.
Ia berharap dengan adanya diskusi dari PPMI ini dapat membuka harapan baru akan adanya solusi yang terbaik jika wacana itu benar terjadi. Lanjutnya, setidaknya para LPM bisa memiliki persiapan yang matang untuk menghadapi segala kemungkinan.
“Dengan berbagi permasalahan, keresahan, dan pengetahuan dapat menemukan solusi yang terbaik” ujarnya, Rabu (13/4/2022).
Reporter : Bagas Pangestu
Editor : Novali Panji Nugroho






