LPM Pabelan

UMS, Pabelan-online.com – Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) menjadi momok kekerasan di era digital. Organisasi Pusat Kajian Perempuan Solo (PUKAPS) dan Satgas Pencegahan dan Penangan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Airlangga (UNAIR) menggarisbawahi pentingnya edukasi.

Dihubungi reporter Pabelan-online.com, Luxy Nabela Farez pendiri Pusat Kajian Perempuan Solo (PUKAPS) mengungkapkan, akar permasalahan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) karena adanya patriarki di mana salah satu pihak merasa ingin menguasai pasangannya. Ketidakadilan gender termasuk kekerasan berbasis gender baik secara verbal maupun online.

Ia juga menjelaskan, mengenai hubungan atau relasi sesama manusia yang ideal tidak melibatkan dominasi atau pengendalian satu pihak terhadap pihak lain dan setiap individu harus memiliki kesetaraan dalam hubungan tersebut.

“KBGO seringkali muncul dalam konteks kekerasan dalam pacaran,” ujarnya, Rabu (08/05/2024).

Korban KBGO sering kali menghadapi ancaman dan intimidasi untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Dampaknya berupa masalah psikologis termasuk dampak mental, emosional, dan ketakutan yang berlebihan.

“Kita nggak harus mengarahkan korbannya (untuk melapor dan konsultasi psikiater – red), tetapi harus prioritaskan untuk mendengar ceritanya,” tuturnya.

Luxy menegaskan hambatan kasus KBGO ada pada payung hukum Indonesia yang masih tumpang tindih. Sehingga PUKAPS sepenuhnya setuju, bahwa edukasi KBGO harus dimasukkan dalam kurikulum pendidikan secara komprehensif.

“Perbincangan mengenai edukasi seksualitas masih dianggap tabu jadi harus dibuka, dan kita harus bangun kolaborasi serta jejaring lebih luas untuk menyuarakannya,” tuturnya.

Mengenai penanganan kasus KBGO, Intan Fittanisa salah satu anggota Satgas PPKS UNAIR menyampaikan penanganan kasus KBGO dapat diselesaikan melalui Standard Operating Procedure (SOP) dengan fokus utama pemulihan trauma korban.

“Kalau pelaku masih mengancam biasanya kami akan memberikan advice kepada korban untuk memutus komunikasi dengan pelaku,” tuturnya, Senin (06/05/2024).

Intan menjelaskan, bahwa satgas PPKS telah memulai langkah untuk mengatasi KBGO dengan melakukan sosialisasi di setiap fakultas.

“Buat teman-teman mahasiswa, nggak ada salahnya untuk kenalan dengan orang lewat sosial media. Tapi yang terpenting ketika berkenalan dengan orang asing harus lebih mawas diri dan nggak semua informasi bisa kita share,” pesannya.

Reporter: Kania Aulia Nazmah Nabilla

Editor: Ferisa Salwa Adhisti

Also Read

Tinggalkan komentar