LPM Pabelan

Ilustrasi: Pabelan Online/Syahda Ekayaniputri Anwarawati

Pabelan-online.com, UMS – Kekhawatiran akan tergerusnya netralitas kampus dari politik praktis mencuat setelah digelarnya Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Minggu malam, 20 Juli 2025. Pihak kampus menegaskan tidak ada kepentingan politik yang terjalin, dan menyebut hubungan tersebut murni sebatas bisnis penyewaan tempat.

Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sukoharjo, Anas Asy’ari Nasuha menyebut, tidak menutup kemungkinan akan adanya ajakan kepada PC IMM Surakarta, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMS, untuk terlibat dalam Kongres PSI itu. Namun, kata Anas, ajakan itu bukan berbentuk secara institusi, layaknya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM atau Pemuda Muhammadiyah yang meminta tolong PC IMM Sukoharjo untuk urusan kongres. 

Sebab, menurutnya, setiap kader IMM mempunyai jaringan atau kenalan secara perorangan. Maka, kata Anas, yang sangat memungkinkan adalah ajakan secara perorangan, bukan secara kelembagaan karena itu dinilai bisa menjadi masalah. “Kenapa bisa diselenggarakan di Edutorium UMS? Pasti ada yang membukakan jalan dan mengarahkan,” ujarnya pada Sabtu, (26/07/2025).

Salah seorang perwakilan IMM Koordinator Komisariat (Korkom) yang tak ingin disebutkan namanya mengaku sudah mengetahui Kongres PSI yang digelar di Edutorium, tetapi secara kelembagaan, pihaknya tidak dikabari oleh kampus atau pun pihak eksternal. Ia hanya mengetahui kabar itu secara personal. 

“Sudah tahu. Dengar-dengar itu di Edutorium UMS,” ujarnya pada Selasa, (22/7/2025).

Namun, ia mengaku tidak ada keterlibatan sama sekali antara IMM Korkom, PC IMM Sukoharjo, dan PC IMM Surakarta, dengan partai berlambang gajah tersebut. Kalaupun dilibatkan, ujarnya, mungkin bisa menjadi panitia atau relawan. 

“IMM Korkom sendiri tidak terlibat perihal Kongres PSI itu. Kalau DPP IMM atau, IMM Sukoharjo, dan Surakarta setahuku itu tidak terlibat sama sekali ya, karena Kongres PSI itu memang pure (murni-red) hanya meminjam tempat di Edutorium,” kata perwakilan IMM Korkom itu.

Albi Almahdy selaku Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Kota Surakarta membenarkan jika tidak punya keterlibatan dan komunikasi dengan pihak PSI dalam kongres tersebut. “Sepertinya tidak ada.” Pesannya pendek via WhatsApp pada Rabu, (23/7/2025).

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Muhammad Naufal Fajar menyatakan, secara umum fasilitas kampus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam hal ini, penggunaan Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan oleh pihak eksternal merupakan kewenangan struktural kampus. Sementara BEM Universitas, kata Naufal, tidak berada dalam ranah pengambilan keputusan terkait penyewaan gedung. 

“Namun, kami percaya bahwa segala kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan kampus harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan, moralitas, etika akademik, serta tidak bertentangan dengan jati diri UMS sebagai kampus Islam berkemajuan,” ujarnya lewat pesan WhatsApp pada Kamis, (24/7/2025).

Pihaknya memahami adanya berbagai persepsi dari publik mengenai kegiatan yang dilakukan oleh partai politik di ruang publik, termasuk Gedung Edutorium. Namun demikian, BEM berpandangan bahwa selama kegiatan tersebut bersifat umum, terbuka, dan tidak melibatkan kampus (UMS) sebagai institusi dalam agenda politik praktis, maka hal itu menjadi tanggung jawab penyelenggara dan pihak penyewa gedung. 

“Kekhawatiran pasti ada, terutama jika kegiatan tersebut dilihat dan ditafsirkan sebagai bentuk pembukaan ruang kampus terhadap praktik politik praktis yang dapat mengaburkan posisi kampus sebagai institusi pendidikan,” kata Naufal.

Baginya, yang terpenting adalah transparansi, kejelasan status acara, serta penegasan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari agenda kelembagaan kampus. Ia juga berharap, agar UMS senantiasa menjaga posisi strategisnya sebagai lembaga pendidikan yang mandiri dan progresif serta visioner.

Naufal juga menyoal perihal pentingnya terdapat pedoman yang lebih eksplisit terkait kegiatan eksternal di lingkungan kampus, terutama yang bersinggungan dengan hal-hal politik praktis. ”Jika ada ditemukan penyelewengan-penyelewengan yang tidak sesuai, kami BEM UMS akan bertindak,” tegas Naufal di akhir wawancara.

Rektor UMS Harun Joko Prayitno mengarahkan reporter mewawancarai Wakil Rektor I Ihwan Susila. Saat dimintai tanggapan, Ihwan kembali mengarahkan wawancara kepada Venue Manajer Edutorium Muhammad Siam Priyono Nugroho.

Venue Manager Edutorium, Muhammad Siam Priyono Nugroho menegaskan tidak ada kepentingan apa pun dengan PSI. Bahwa hubungan dengan PSI murni sebatas menyewakan tempat saja.

“Tidak ada keterlibatan sama sekali. UMS dalam hal ini manajemen Edutorium, hanya sebagai pengelola yang menyewakan gedung,” tuturnya via WhatsApp pada Kamis, (24/7/2025).

Menurut Priyono, gedung itu bersifat serba guna sehingga kegiatan-kegiatan yang tidak melanggar tata tertib penggunaan dapat dilakukan di sana. Di sisi lain, beberapa pekan lalu gedung itu juga dipakai kajian oleh pendakwah Zakir Naik, bahkan Adi Hidayat dalam acara International Table Tennis (UAH International Super Series V), juga acara pernikahan. “Beragam event dilangsungkan di sana,” kata Priyono.

Soal jumlah dana PSI yang digunakan untuk penyewaan gedung, ia hanya menyebut jika acara internal UMS dan eksternal berbeda. “Harga sewa sudah ada rate-nya, sesuai jenis kegiatan,” ujarnya.

Reporter: Farhat Abdillah To Ngili & Muhammad Farhan

Editor: Aqill Adhitya

Also Read

Tinggalkan komentar