Ilustrator: Syahera Nursita Azzahra

Hari ini, siswa-siswi kelas 12 di seluruh Indonesia yang mendaftarkan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sudah dipastikan harap-harap cemas. Gimana tidak? Tepat Selasa, 31 Maret 2026 pukul 15.00 WIB mereka akan menghadapi pengumuman SNBP yang sudah mereka daftarkan di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ekspektasi semua orang pasti ingin mendapatkan hasil yang maksimal yang tak lain dan tak bukan, yaitu keterima di PTN yang sudah di daftarkan. 

Tapi daripada menunggu saja tanpa menyiapkan apapun, mending siswa-siswi kelas 12 menyiapkan skenario ketika diterima maupun ditolak SNBP. Memang, apa saja sih yang perlu disiapkan?

Mulai dari skenario terbaiknya dulu, ini yang perlu dicatat ketika keterima SNBP: 

  1. Siapkan administrasi pendaftaran ulang 

Jangan kamu pikir keterima SNBP langsung enak dan leha-leha saja. Kamu perlu menyiapkan berkas pendaftaran ulang sebelum benar-benar menjadi mahasiswa kampus yang menerimamu. Berkasnya juga bervariasi setiap kampus bisa jadi berbeda-beda jadi banyakin baca informasi, ya!

  1. Menyiapkan finansial 

Ini juga menjadi salah satu hal penting ketika anda keterima SNBP, gimana tidak? Bukan niat menakut-nakuti tapi kamu harus segera membuat skenario ketika mendapatkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) golongan terendah sampai tertinggi. Pastinya tidak cuma biaya UKT saja kamu perlu menyiapkan biaya hidup mulai dari biaya kos sampai uang makan. 

  1. Academic mindset

Apabila kamu keterima SNBP, ini menjadi poin plus karena kamu bisa fokus belajar tipis-tipis tentang mata kuliah yang akan anda temui, ya itung-itung nyolong start dari orang yang belum lolos SNBP. Selain cari tahu soal mata kuliah, kamu mending juga latihan menulis dan ningkatin skill komunikasi karena ini jadi hal basic seorang mahasiswa baru, sih. Jadi, banyakin riset, riset dan riset.

  1. Hindari post-achievement slump

Singkatnya gini, sebelum keterima SNBP, pasti kamu selalu kepikiran “Aku harus keterima SNBP” tapi setelah hal tersebut tercapai malah motivasi kamu menurun karena sudah mencapai sesuatu yang besar. Jadi, buat memotivasi ulang, kamu lebih baik membuat target, misal “Aku harus punya IPK tinggi nanti ketika sudah mulai kuliah” secara tidak langsung otak mengajak kamu explore hal baru lagi. 

Sekarang, mari buat skenario ketika kamu ketolak SNBP:

  1.  Mental recovery 

Pertama, izinkan diri kamu untuk kecewa karena itu sudah menjadi hal lumrah saat ketolak SNBP. Tapi, yang terpenting adalah jangan membandingkan diri kamu dengan teman yang keterima SNBP. Kamu juga  perlu sadar kalau SNBP bukan satu-satunya jalur untuk masuk perguruan tinggi yang kamu impikan karena masih ada jalur lain yang bisa kalian lewati. Ibarat anda mau ke Jakarta dari Solo, banyak jalur  yang bisa dilewati mulai dari jalan tol atau lewat Pantura, rutenya beda tapi sama-sama mau ke Jakarta.

  1. Evaluasi diri

Hal ini tidak kalah penting, kamu perlu melihat kenapa kira-kira kamu tidak keterima SNBP. Apakah karena nilai rapot kamu kurang? Atau kamu memilih kampus yang kurang realistis untuk kamu pilih? Atau bahkan kamu ketolak karena kurang informasi terkait peluang untuk masuk kampus yang kamu tuju. Itu semua bisa terjawab ketika kamu melakukan evaluasi diri dan mencatat untuk tidak mengulangi lagi di seleksi-seleksi berikutnya.

  1. Rencana cadangan 

Sudah kita bahas tadi, banyak jalur yang bisa dilewati. Kamu bisa menyiapkan Ujian Tulis Berbasis Komputer atau yang lebih dikenal dengan UTBK. Selain UTBK, ada jalur mandiri yang begitu banyak yang telah disiapkan oleh berbagai kampus. 

Tugas kamu hanya ikhtiar mendaftar, belajar dengan cara ikut tryout atau belajar mandiri, yang penting tekun belajar. Selain mengejar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kamu bisa mencicipi daftar di Perguruan Tinggi Swasta (PTS), cari beasiswa sebanyak-banyaknya. 

  1. Cari Support system 

Dengan seleksi pertama dan penolakan pertama tentu kamu perlu support system yang bisa membangun motivasi. Kamu bisa memanfaatkan pertemanan dan keluarga untuk menjadi sahabat bercerita. 

Pada dasarnya, keterima SNBP adalah privilege serta rasa tanggung jawab yang harus dipenuhi dan ketolak SNBP bukan akhir cerita dalam mengejar kampus impian, karena masih ada jalur lain yang bisa kamu coba. Karena yang menentukan bukan jalur masuk ke kampus impian, tapi cara bertahan setelah menjadi mahasiswa di kampus tersebut. 

Ibarat kata mutiara  “Usaha tanpa doa itu sombong, sedangkan doa tanpa usaha itu bohong”. Berdoalah sebaik-baiknya manusia berdoa karena manusia berencana, tuhanlah yang menentukan.

Penulis: Aqnan Syandi Syahsena 

Penulis

  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang bergabung LPM Pabelan 2024, suka bercerita ke orang yang suka mendengarkan dan suka dengan isu sekitar.

Also Read

Tinggalkan komentar