
Pagi hari Jumat, 1 Mei 2026 Mayday dijadikan sebagai momentum para kelompok pemulung Putri Cempo untuk menyampaikan tuntutan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta kelompok pemulung memadati area Putri Cempo dan melakukan aksi simbolik memakan nasi sambel.
Pada sore sampai malam hari warga kawasan TPA Putri Cempo turut meramaikan “Festival Sampah”. Di sana mereka menonton teatrikal, wayang, berdiskusi, sampai cek kesehatan gratis.

Pemulung TPA Putri Cempo menyampaikan aspirasi dengan membentangkan tuntutan di kertas dan kardus. (1/5) Foto: Muhammad Farhan

Seorang ibu yang sedang memakan nasi sambel bersama rekan-rekan pemulung lainnya. (1/5) Foto: Aqnan Syandi Syahsena

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Herwin Tri Nugroho Adi, sedang di wawancara oleh awak media. (1/5) Foto: Aqnan Syandi Syahsena

TNI, Polri dan Linmas turut hadir di tengah pemulung yang sedang aksi. (1/5) Foto: Aqnan Syandi Syahsena

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Herwin Tri Nugroho Adi, sedang audiensi dengan pemulung Putri Cempo. (1/5) Foto: Aqnan Syandi Syahsena

Warga sedang melakukan cek kesehatan gratis di “Festival Sampah” di Taman Sehat Putri Cempo. (1/5) Foto: Aqnan Syandi Syahsena

Anak-anak yang sedang mewarna di acara “Festival Sampah” Putri Cempo. (1/5) Foto: Aqnan Syandi Syahsena

Penampilan teatrikal di “Festival Sampah” Putri Cempo. (1/5) Foto: Aqnan Syandi Syahsena
Fotografer: Aqnan Syandi Syahsena dan Muhammad Farhan






