LPM Pabelan

Reporter : Ratih Kartika

UMS-Fakultas Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk semester ini memberlakukan 24 SKS bagi seluruh Indeks Prestasi Sementara (IPS) mahasiswa.  Hal ini secara aturan memang dibuka, karena transisi perubahan kurikulum dan ada beberapa mata kuliah yang dipindah posisinya.

Ketua Program Studi (Kaprodi ) Teknik Sipil, Muhammad Solikin mengatakan bahwa Biro Admistrasi Akademik (BAA) sendiri yang memfasilitasinya dengan syarat Prodi mengajukan pada BAA. “Tadinya dia (mahasiswa-red) berada di semester tiga kemudian diturunkan menjadi semester dua setelah transisi perubahan kurikulum. Kalau mahasiswa sudah ada di semester tiga, tadinya dia bisa mengambil makul itu. Tapi karena diturunkan di semester dua maka dia tidak bisa ngambil mata kuliah itu karena kan tidak ada disemester itu,” tuturya Sabtu (28/8/2015)

“Dan mahasiswa berkewajiban ngambil  makul di semesternya dia sendiri yang sudah 20 sks. Kalau dia menunggu di semester depan (semester 4-red) terlalu lama karena menunggu satu semester dan jika nanti mahasiswa yang semester satu bertemu maka akan tubrukan. Lha semester dua dan empat kan genap, padahal makul itu adalah makul yang memerlukan lab, Sehingga mahasiswa itu mengambil di semesternya itu supaya bisa nambah makul,  ya sudah dibuka menjadi 24 SKS,” katanya

Ia juga menambahkan bahwa meskipun dibuka 24 SKS dengan berapapun jumlah IPS-nya, tetap diberikan pembatasan. Jadi 1000 mahasiswa tidak semua bisa mengambil 24 SKS, sedangkan dosen dan ruangannya tidak mencukupi. “Nggak mungkin ruangan kita memadai, maka ya mungkin ada yang beruntung diawal. Jam-jam KRS itu bisa ngambil 24 SKS, tapi berikutnya kami lakukan pembatasan bahwa yang boleh ngambil itu adalah yang hak semesternya. Anda mau masuk disitu sudah nggak bisa,” tambahnya.

Mahasiswa Semester Tiga yang tidak ingin disebutkan namanya bahwa untuk pribadi memang diuntungkan dengan aturan ini. Akan tetapi ia berpendapat aturan baru ini dapat merusak sistem yang ada. Lantaran mahasiswa angkatan atas bisa mengambil semester bawah. “Bagus sebenernya, Tapi jadi ribet. Kelasnya kurang, Kalau beruntung ya bisa 24 SKS kalau nggak, ya nggak bisa,” tanggapnya, Sabtu (29/8).

Editor : [PWDR]

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar