
UMS, pabelan-online.com – Agar mahasiswa dapat menumbuhkan jiwa berbisnis dan menuangkan dalam bentuk proposal untuk diajukan kepada Kemenristekdikti, terselenggaralah Workshop Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI).
Alumni, Career, and Employment Center (ACEC) mengadakan workshop Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI), menempati Gedung Pascasarjana lantai lima, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Nurhadi Irbath, pembicara workshop KBMI mengungkapkan, bahwa dalam KBMI 2019, bisnis yang sedang unggul adalah bisnis dengan konsep digital atau teknologi. Hal ini diikuti dengan jumlah penggunaan internet aktif di Indonesia.
Tahun 2019, ada 150 juta pengguna internet aktif, sehingga untuk lolos dalam KBMI 2019 setidaknya harus bisa memasukkan unsur digital atau minimal strategi marketing menggunakan digital. “Dengan trend pasar yang berubah-ubah, maka usahakan bisnis teman-teman memanfaatkan digital,” ujar Nurhadi pada audience, Sabtu (27/04/2019).
Ia juga menambahkan, bahwa membangun sebuah bisnis pasti memiliki tantangan yang luar biasa. Tujuan dari bisnis itu sendiri adalah untuk mendapatkan keuntungan atau uang, dengan cara memproduksi, menjual atau membeli barang dan jasa.
Untuk membuat proposal yang diajukan ke Dikti, memiliki format proposal web dengan pertanyaan dan jawaban yang diatur untuk membantu mahasiswa agar tidak hanya sekedar mengarang saja. Didalamnya pun dilengkapi dengan beberapa panduan.
Baca Juga UMS Tingkatkan Jumlah Guru Besar Lewat Program Akselerasi
Untuk mempermudah isi proposal, Nurhadi mengungkapkan terdapat empat prinsip dan tantangan. Yakni yang pertama, tim dengan noble purpose, passion, dan keahlian yang saling menguatkan, sehingga bisa membawa bisnis melejit.
Kedua, bisnis dimulai dengan menemukan pain dan gain. Ketiga, think big, smart small move fast, dan yang terakhir adalah you can’t manage what you can’t measure.
Tak lupa, Nurhadi juga memberikan motivasi terkait bagaimana cara memulai bisnis dengan baik dan benar, salah satunya adalah mengikuti KBMI. “Jadikan KBMI sebagai momen terindah teman-teman untuk memulai karir dalam berbisnis,” tandas Nurhadi, Sabtu (27/04/2019).
Salah satu mahasiswi program studi Akuntansi, Vela Khoilia mengaku bahwa dirinya mengikuti workshop tersebut karena memiliki minat terhadap bisnis dan berniat untuk mengikuti KBMI 2019. Menurutnya, workshop KBMI ini berbeda dan lebih menarik. “Workshopnya enak tidak seperti yang lain, dan alurnya pakai model bercerita, jadi cepat nangkepnya,” tutur Vela (27/04/2019).
Ia bahkan mengatakan telah memiliki rencana bisnis di bidang kuliner. “Bikin kue kekinian, targetnya anak muda,” ujarnya.
Dalam proses submit proposal, Vela mengaku sedikit kebingungan untuk permasalahan konsumen dan target pemasaran dana. Walaupun sempat kebingungan, menurut Vela proposal KBMI 2019 ini lebih efektif, karena lebih simple dan to the point.
Reporter : Senly Aprilina
Editor : Rifqah






