Malam, makin larut makin menawan
Bak ruang sunyi dipenuhi hiasan
Hiasan tak bersuara
Namun bercahaya
Malam, mampu menerawang
Ukiran bintang terbentang
Serta sorotan sinar bulan
Iba kadang tiba
Ketika angin menyapa
Ketika dedaunan terseret olehnya
Ketika hembusannya melambai raga
Betapa harmonisnya perpaduan nikmat Tuhan
Kilau yang kadang sirna
Akibat ulah hujan
Tak menyurutkan keanggunan
Ikut pula memancing seribu angan
Memaknai tiap tetes hujan
Redup bukan berarti tanpa cahaya
Sebab sejenak saja ia terhalang
Hujan bukan semata penghalang
Sebab hujan ikut gantikan keanggunannya
Malam tak apa dilewatkan
Nikmat-Nya tak patut disiakan
Penulis adalah Vivi Furtining Dewi. Mahasiswa PBI.






