Sajak Penguat

LPM Pabelan

Patah kemudian Tumbuh   Angin berembus menenangkan Kepingan hati yang berserakan Dan senja menuangkan jingga Pada langit semesta yang Dia punya   Berulang kali gagal

Cinta dan yang Datang Pergi

LPM Pabelan

Sejak Huni Angkat Kaki Teruntuk dinding kamar yang lalu sunyi Setelah sembah yang meminta sekujurku terutuhi, lagi.   Kemana lukisanmu? Tidak satu saja ‘tuk temaniku.

Di Sebelah Kamar Kosku

LPM Pabelan

Putri menghentikan motornya di seberang rumah dengan papan yang menggantung di gerbang bertuliskan ‘Terima Kos Putri’. Ia menatap tulisan tersebut dengan harap-harap cemas. Sungguh, Putri

Merajut Prinsip Hidup

LPM Pabelan

Pada sore hari itu, telah aku kumpulkan niat untuk melakukan sesuatu. Tak kunjung bergerak, ibu menghampiriku dengan langkahnya yang tegak. Melihat itu, tanpa ba bi

Doa Pendosa

LPM Pabelan

Puisi ini terinspirasi dari Al Qur’an Surah Ar Rahman Badan titipan Yang Kau ciptakan dari setabur tanah kering seperti tembikar Telah dicela salah dan mungkar