Kedai Cerita
Lalu berjalan-jalan diantara ketiadaan, menapaki yang gelap, dan terlupa. Hal yang biasa, terkadang terang untuk sesaat, namun menimbulkan hujan gerimis, tapi lebih sering deras. Lalu

Lalu berjalan-jalan diantara ketiadaan, menapaki yang gelap, dan terlupa. Hal yang biasa, terkadang terang untuk sesaat, namun menimbulkan hujan gerimis, tapi lebih sering deras. Lalu
Ilustrasi: Muhammad Jabal Noor/pabelan-online.com Oleh: kulonuwun* “Assalamu’alaikum,” ucapku selaras dengan decitan pintu tua yang terbuka, kumasuki rumahku. Tubuhku sangat lelah kali ini, mungkin memanjakan
Aku kini telah menjadi kakak kelas. Setelah sebelumnya aku adalah siswa kelas 10, dimana lingkunganku tentu saja hanya di daerah kelas 10. Angkatanku tidak pernah
Tempat Kenangan Tempat itu … Setiap senyuman, setiap detakan jantung Setiap apa yang terjadi, akan ku kenang Sehingga kenangan itu sekarang melahirkan rasa rindu
Kepergian Berdasar nestapa, memanjakan aksara disetiap rapal doa Atau menjadikan bayang sabur-terkubur, sedang pusara enggan berbelasungkawa atas segala yang nyata Bahkan tak ada





