Resah
Sebaris Doa Suara menggema di suatu ruangan Begitu samar di telan kegelapan Rintihan yang seringkali disertai suara tangisan Begitu tulus menyayat perasaan Akankah hidupku

Sebaris Doa Suara menggema di suatu ruangan Begitu samar di telan kegelapan Rintihan yang seringkali disertai suara tangisan Begitu tulus menyayat perasaan Akankah hidupku
Patah kemudian Tumbuh Angin berembus menenangkan Kepingan hati yang berserakan Dan senja menuangkan jingga Pada langit semesta yang Dia punya Berulang kali gagal
Sejak Huni Angkat Kaki Teruntuk dinding kamar yang lalu sunyi Setelah sembah yang meminta sekujurku terutuhi, lagi. Kemana lukisanmu? Tidak satu saja ‘tuk temaniku.
Puisi ini terinspirasi dari Al Qur’an Surah Ar Rahman Badan titipan Yang Kau ciptakan dari setabur tanah kering seperti tembikar Telah dicela salah dan mungkar
Tempat Kenangan Tempat itu … Setiap senyuman, setiap detakan jantung Setiap apa yang terjadi, akan ku kenang Sehingga kenangan itu sekarang melahirkan rasa rindu





