
Pabelan-online.com, UMS – Wacana perubahan nomenklaturprogram studi teknik menjadi rekayasa mulai memunculkan berbagai tanggapan setelah terbitnya Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025. Di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), program studi teknik yang telah ada masih diperbolehkan menggunakan nomenklatur teknik sesuai aturan yang berlaku.
Dekan Fakultas Teknik UMS, Mochamad Solikin, menjelaskan istilah rekayasa dalam nomenklatur terbaru lebih ditujukan untuk program studi baru yang akan diajukan ke pemerintah. Sementara itu, program studi yang telah berdiri, seperti Teknik Sipil dan Teknik Elektro, tetap diperbolehkan menggunakan nomenklatur teknik.
“Nanti, jika mengajukan program studi baru, nomenklatur (Tata Penamaan – red) yang tersedia kemungkinan menggunakan rekayasa,” ujarnya saat di wawancarai di Ruang Dekan Teknik, Selasa (2/6/2026).
Menurut Solikin, penggunaan istilah rekayasa merupakan upaya pemerintah menyelaraskan istilah engineering ke dalam bahasa Indonesia sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Ia menegaskan perubahan tersebut hanya berkaitan dengan nomenklatur dan tidak memengaruhi kurikulum pembelajaran.
“Kurikulum tetap mengacu pada kurikulum keteknikan yang berlaku. Jadi ini lebih kepada perubahan istilah atau nama saja,” jelasnya.
Selain itu, Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) UMS, Triyono, menyampaikan perubahan nomenklatur teknik menjadi rekayasa tidak bersifat wajib bagi perguruan tinggi. Keputusan untuk mengubah nama program studi sepenuhnya berada di tangan masing-masing universitas.
“Dalam keputusan tersebut tidak terdapat kebijakan yang mewajibkan perguruan tinggi mengubah nomenklatur teknik menjadi rekayasa,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (31/5/2026).
Ia menambahkan, selama belum ada kebijakan perubahan nama di tingkat universitas, tidak akan ada perubahan sistem administrasi maupun dampak terhadap mahasiswa dan lulusan.
Di sisi lain, wacana penggunaan istilah rekayasa mendapat tanggapan dari salah satu Mahasiswa Teknik Sipil UMS, Sarah—bukan nama sebenarnya, menilai istilah teknik selama ini telah melekat sebagai identitas mahasiswa.
“Selama ini istilah anak teknik sudah melekat banget. Jadi bukan cuma sebagai nama jurusan aja, tapi juga kaya identitas,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu, (3/6/2026).
Reporter : Abil Prima Nurfaiz
Editor : Aulia Freyaniti Rengganis






