
UMS, Pabelan-Online.com – Pemuda asal Solo, Rio Haryanto menjadi salah satu pembalap Formula 1, mewakili Indonesia di ajang balap jet darat tahun 2016. Ternyata selain sibuk dengan dunia pembalap, dia juga masih punya kesibukan lain.
Seperti yang dilansir dari Harian Kompas edisi Minggu (27/3/2016), Rio berbagi cerita mengenai kehidupannya. Sejak usia enam tahun, dia memulai karier balapannya di kelas gokar, hingga kejuaraan demi kejuaraan pun dikantonginya. Pada usia lima belas tahun, Rio sepenuhnya terjun ke ranah pembalap profesional. Pada tahun 2008, ia menjuarai Formula Asia 2.0 (Asia Formula Renault). Prestasi terus diraihnya pada GP3 2010-2011, Auto GP 2011, dan GP2 2012-2015.
Bagi Rio, mendapat kesempatan bertanding di ajang balap puncak dunia Formula 1 adalah suatu anugerah besar. “Semua ibarat mimpi, beberapa tahun lalu saya cuma bisa duduk menonton Lewis Hamilton,” ujarnya. Dia pun harus mempelajari steering wheel yang terdiri atas 30 tombol dan sakelar dengan fungsi serta pengaruh yang berbeda-beda agar bisa beradaptasi.
Selain menyibukkan diri di dunia pembalap profesional, hangout bersama teman-temannya, dan kuliah, dia juga sibuk menyalurkan hobi-hobinya. Biasanya Rio menyalurkan hobi memasak ketika sedang berada di Eropa mengikuti berbagai turnamen, penyebabnya karena dia bosan dengan menu katering yang disediakan oleh timnya. Dia sering memasak pasta, spageti, ikan salmon panggang, nasi, sayuran, dan ayam dengan menggunakan bumbu kecap asin saja. Lalu hobi lainnya yaitu menyelam, dia sudah mulai menyelam sejak berusia 10 tahun dan kini telah memiliki lisensi penyelam tingkat lanjut. Rio sudah pernah menyelami Bunaken di Sulawesi Utara, Pulau Komodo dan Lombok di Nusa Tenggara.






