Sajak Penguat

LPM Pabelan

Patah kemudian Tumbuh   Angin berembus menenangkan Kepingan hati yang berserakan Dan senja menuangkan jingga Pada langit semesta yang Dia punya   Berulang kali gagal

Cinta dan yang Datang Pergi

LPM Pabelan

Sejak Huni Angkat Kaki Teruntuk dinding kamar yang lalu sunyi Setelah sembah yang meminta sekujurku terutuhi, lagi.   Kemana lukisanmu? Tidak satu saja ‘tuk temaniku.

Doa Pendosa

LPM Pabelan

Puisi ini terinspirasi dari Al Qur’an Surah Ar Rahman Badan titipan Yang Kau ciptakan dari setabur tanah kering seperti tembikar Telah dicela salah dan mungkar

Bingkai Malam

LPM Pabelan

Malam, makin larut makin menawan Bak ruang sunyi dipenuhi hiasan Hiasan tak bersuara Namun bercahaya   Malam, mampu menerawang Ukiran bintang terbentang Serta sorotan sinar