
Sejak Huni Angkat Kaki Teruntuk dinding kamar yang lalu sunyi Setelah sembah yang meminta sekujurku terutuhi, lagi. Kemana lukisanmu? Tidak satu saja ‘tuk temaniku.
Puisi ini terinspirasi dari Al Qur’an Surah Ar Rahman Badan titipan Yang Kau ciptakan dari setabur tanah kering seperti tembikar Telah dicela salah dan mungkar
Di kamar gelap Aku bisa menjadi raja Mungkin sekaligus ratu Bahkan pangeran tanpa ibu Aku bisa menembus rimba belantara tanpa berjalan Aku bisa membangun kota
Malam, makin larut makin menawan Bak ruang sunyi dipenuhi hiasan Hiasan tak bersuara Namun bercahaya Malam, mampu menerawang Ukiran bintang terbentang Serta sorotan sinar
Musikalisasi puisi oleh salah satu mahasiswa pada acara Rasan-Rasan yang diadakan oleh Teater Wejang, di Hall C Kampus 1 UMS, Senin (25/4/2016).




