
Hasrat yang Berkabung Ke mana hilangnya tekad? Padahal pemujaan rutin dilakukan Doa adalah pengantar, keteguhan terkuat Melangkah ragu, keniscayaan binasa Izin dulu, siapa yang berkuasa?
Rona Asmara Tahukah kau, Saat mataku terpana akan pesona Tiada henti bayangmu hinggap di bola mataku Bisakah kita merapat Tuk mengenal lebih dekat, Bisakah rasa
Pecundang Kehidupan malam berjalan Rembulan dan bintang bergelantungan Angin berhembusan daun berguguran Sayup sayup senandung rindu dilantunkan Bersama melodi sunyi berhamburan Diiringi tarian para
Penyesalan Kebenaran itu takkan pernah hilang Walau malam berubah siang Walau negeri ini tlah berganti dalang Dulu, kukejar yang tak pasti Hampir kujauhi yang
Sebaris Doa Suara menggema di suatu ruangan Begitu samar di telan kegelapan Rintihan yang seringkali disertai suara tangisan Begitu tulus menyayat perasaan Akankah hidupku





