UMS – Gerhana matahari tidak hanya berpengaruh pada suhu di bumi, tetapi berpengaruh juga pada perilaku hewan. Hewan-hewan seakan kebingungan dengan kondisi bumi yang tiba-tiba berubah dari terang menjadi gelap kemudian terang lagi.
Peneliti Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ibnu Maryanto mengatakan perubahan perilaku hewan ini pasti terjadi saat gerhana yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor.
“Kemungkinan besar pasti ada perubahan pada perilaku karena insting dari hewan itu,” ucapnya, Kamis (11/2).
Selain insting, perubahan cahaya dari terang menjadi malam juga membuat hewan bersikap seolah-olah malam benar-benar datang. Padahal saat itu waktu masih siang hari. Biasanya hewan malam mulai beraktivitas saat senja. Mereka mulai bergerak keluar dari sarangnya dan selesai beraktivitas pagi hari. Gerhana yang waktunya hanya sebentar itu akan menjadi momen untuk mengamati perilaku hewan apakah mereka akan berperilaku sama seperti malam hari.
“Nah saat gerhana itu apakah langsung bergerak atau nggak. Saya kira langsung bergerak,” ucapnya.
Di kesempatan lain, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menuturkan walaupun gerhana matahari total hanya berlangsung singkat namun bisa menimbulkan perubahan perilaku pada hewan-hewan karena menganggap malam telah datang. Misalnya saja ayam masuk kandang karena mengira waktu sudah petang, padahal gerhana matahari terjadi di siang hari.
“Siang tiba-tiba gelap itu binatang-binatang di malam hari menunjukkan perubahan perilaku. Itu memang ada penelitian, misal ayam ada perubahan perilaku mulai gelap berubah masuk kandang, serangga di malam lebih aktif,” tuturnya.
Editor: RK
Sumber: detik.com





