LPM Pabelan

UMS, Pabelan-Online.com – Dengung seleksi mahasiswa berprestasi (Mawapres) tingkat nasional 2016 terdengar. Mahasiswa Pendidikan Geografi, Nanda Khoirunisa dinyatakan lolos dalam seleksi Mawapres Kopertis wilayah IV Jawa Tengah. Ia pun tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti proses seleksi Mawapres tingkat nasional.

Lika-liku perjalanan untuk lolos sebagai Mawapres telah dilalui perempuan yang akrab dipanggil Nanda ini. Ia pernah tidak lolos dalam seleksi Mawapres tingkat fakultas pada 2015. Meski begitu, tak menyurutkan niatnya untuk mencoba lagi. Satu tahun berikutnya, ia akhirnya terpilih mewakili UMS dalam ajang bergengsi yang diadakan Dikti tersebut.

Prestasi bukanlah hal dasar yang digunakan mahasiswa semester 6 ini, namun apa yang ada didepannya, ia kerjakan. Hal-hal yang ia kerjakan mencakup melakukan penelitian, menulis, dan menjadi presentator dalam seminar. Hal-hal tersebut ternyata memenuhi syarat-syarat mahasiswa berprestasi. Ia pun menambahkan bahwa untuk menjadi mawapres perlu kerja keras dan harus ada persiapan matang terlebih dalam kemampuan bahasa Inggris, bersosialisasi, menulis, dan pembawaan diri dalam menghadapi juri.

Selain itu, dukungan program studi turut berperan untuk mengantarkannya menjadi Mawapres. Ia pun berkeinginan untuk mengharumkan nama Pendidikan Geografi sehingga dikenal oleh mahasiswa umum lainnya. “Saya nggak pernah ada niatan dari awal mau masuk kampus terus harus jadi mahasiswa berprestasi, itu nggak. Tapi, apa yang ada di depan saya, saya kerjakan,” terang perempuan yang menyukai film 3 idiot tersebut.

Kini, perempuan penghobi tenis meja tersebut tengah disibukkan dengan persiapan dalam menghadapi Mawapres tingkat nasional. Persiapan tersebut meliputi perbaikan karya tulis dengan judul ‘Tingkat Pengetahuan dan Kesiapan dalam Menghadapi Bencana’, menambah daftar prestasi, seperti menjadi presentator, dan mempersiapkan mental. Menurutnya, penilaian dalam seleksi nasional tersebut bukan hanya mengenai penelitian namun mencakup kepribadian pula.

Proses menambah daftar prestasi telah dilakukannya, salah satunya menjadi presentator dalam konferensi internasional. Bulan Maret lalu, ia berkunjung ke Malaysia untuk mempresentasikan hasil penelitiannya mengenai ‘Tingkat Pengetahuan dan Kesiapan dalam Menghadapi Bencana’. Tak disangka, presentasi yang dilakukannya diapresiasi oleh peserta konferensi yang pesertanya adalah dosen, doktor, dan guru besar. “Saya di sana yang paling kecil rata-rata doktor, profesor dan dosen, mereka nggak percaya kalau saya masih S1, soalnya di sana ajang konferensi internasional, jadi pesertanya dosen, doktor, dan profesor,” kenangnya.

Tak mempunyai tujuan yang lebih selain dapat bermanfaat untuk masyarakat. Nanda mengharapkan gagasan yang dituangkannya mampu bermanfaat bagi masyarakat, terlebih tentang bencana. Selain itu, ia berdoa supaya mampu masuk dalam daftar 15 besar Mawapres tingkat nasional.

Penulis: Kurnia Siti Mahaniyah

Editor: Depi Endang Sulastri

Also Read

Tinggalkan komentar