
UMS, Pabelan-Online.com – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Averroes Fakultas Teknik (FT) mengadakan diskusi Averroes Lawyers Club bertema “Peran Ekofeminisme Terhadap Alam dan Perempuan” bertempat di ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Selasa (20/3). Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut diadakan dalam rangka memperingati Milad IMM ke-54 bertujuan untuk menciptakan sebuah aksi pelestarian lingkungan yang dipelopori oleh perempuan dalam kesadaran feminisme.
Selaku pembicara pertama dari ketua Bidang Immawati IMM Surakarta, Luxy Nabela Farez memaparkan istilah ekofeminisme merupakan kesadaran bahwa perempuan sama halnya dengan bumi. Teori ini muncul karena banyaknya kasus eksploitasi alam. “Harus ada upaya untuk diimplementasikan pada lingkungan, meskipun masih terjadi eksploitasi alam,” ungkap Luxy, Selasa (20/3/2018).
Selaras dengan hal tersebut pembicara kedua dari Komunitas Jejer Wadon, Elizabeth Yulianti Raharjo memaparkan bahwa perempuan identik dengan alam karena ia sosok yang menerima, mematuhi, dan tak lepas dari diskriminasi serta eksploitasi. Ekofeminisme bertitik tumpu pada terwujudnya sebuah hubungan dan kerja sama yang setara, seimbang, dan saling memanusiakan di antara kaum perempuan dan laki-laki, yakni untuk sama-sama memiliki tanggung jawab yang sama terhadap kelestarian bumi. “Kamu akan merawat bumi seperti kamu merawat diri sendiri,” tuturnya, Selasa (20/3/2018).
Salah satu peserta diskusi, Cesar Ria Murdani mengungkapkan ia ingin mengimplementasikan ilmu yang didapat bersama teman-temannya. “Berbagai disiplin ilmu yang berbeda dikampus semua dapat memerankan ekofeminisme sesuai aspeknya,” ujarnya saat diwawancarai seusai diskusi, Selasa (20/3/2018).
Reporter : Mg_Fitroh & Mg_Afifatul
Editor : Kartika






