LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com – Menteri Dalam Negeri (Mandagri) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menanggapi beberapa isu yang sedang ramai diperbincangkan mahasiswa melalui media sosial. Isu tersebut menimbulkan banyak pertanyaan dibenak mahasiswa mengenai eksitensi BEM-U 2020 setelah dilantik beberapa saat lalu.

Memaparkan agenda yang dilakukan BEM-U pasca pelantikan, Riska Febrianto, selaku Mandagri BEM-U, menyampaikan bahwa agenda yang dilakukan BEM-U sama seperti dengan organisasi pada umumnya. Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) dilaksanakan beberapa waktu lalu, yakni pada tanggal 24 hingga 26 Februari 2021.

Riska juga memaparkan, bahwa setiap kementerian dalam organisasi tersebut memiliki agenda masing-masing dalam melaksanakan Program Kerja (Proker) yang sudah dirancang dalam Raker tersebut.

Menanggapi isu yang beredar di media sosial tentang “menghilangnya” Presiden BEM-U. Riska mengatakan, bahwa kritikan mahasiswa dan resistensi dalam Student Government (SG) memang wajar dan diperlukan, karena hal tersebut akan membuat student government dapat hidup.

Menurutnya, student government akan hidup jika seluruh elemen paham atas setiap tugas dan fungsinya. “Mungkin mengenai Presiden BEM yang dikatakan menghilang bisa ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, tapi itu pendapat saya tentang kritikan mahasiswa terhadap BEM,” ujar Riska, Jumat (27/2/2021).

Baca Juga: Sosialisasi Pelayanan Perpustakaan Selama Pandemi Perlu Dimaksimalkan

Mengenai potongan SPP yang tidak seimbang dengan fasilitas yang dirasakan mahasiswa, dengan hal tersebut BEM-U beserta DPM-U sedang mengupayakan penyebaran kuesioner. Kuesioner tersebut yang nantinya akan melakukan audiensi dengan pihak kampus.

Lalu, terkait sistem pembayaran keuangan yang dinilai amburadul, Riska menuturkan hal itu memang perlu diberi masukan dan kritik. “Saya sebagai mahasiswa umum juga merasakannya, hal tersebut sudah jadi daftar inventaris masalah dari tahun ke tahun terkait pelayanan keuangan,” tambahnya, Jumat (27/2/2021).

Salah satu mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Rahmat memberikan sedikit tanggapannya terkait isu yang beredar tersebut. Sehubungan dengan BEM-U yang belum lama dilantik, kita perlu berpikir positif.

Menurutnya, pada saat itu Presiden BEM-U tidak menghilang, namun mungkin saja sedang bermeditasi mencari solusi bersama teman-teman yang lain. “Tapi sangat disayangkan jika sebulan ke depan sama sekali belum ada pergerakan dari BEM-U mengenai hal ini,” tuturnya, Minggu (28/2/2021).

Rahmat juga berpesan kepada seluruh mahasiswa UMS, untuk tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita yang bersifat simpang siur. Ia berharap seluruh mahasisswa tetap tabayun dan mencari informasi-informasi yang valid.

“Jangan sampai ada ujaran-ujaran kebencian, terutama dari pihak pabelan selaku media pers tingkat universitas,” tambahnya, Minggu (28/2/2021).

 

Reporter         : Gardena Dika Muharomi

Editor             : Mulyani Adi Astutiatmaja

 

Also Read

Tinggalkan komentar