
UMS, pabelan-online.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kini mulai menunjukkan eksistensinya melalui penyebaran pamflet kecaman atas pengeboman Gereja Katedral Makassar. Kegiatan itu merupakan bagian dari tugas Kementerian Media Informasi BEM untuk menunjukkan rasa prihatin.
Selaku Menteri Luar Negeri BEM UMS, Rio Afidin menjelaskan kegiatan dan aktivitas Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UMS yang dilakukan secara daring di tengah pandemi ini. Salah satunya dengan menyebarkan pamflet yang menunjukkan kecaman terhadap pengeboman Gereja Katedral Makassar yang terjadi pada Minggu, 28 Maret 2021 lalu.
Namun, penyebaran pamflet tersebut hingga kini belum terlihat tindak lanjutnya. “BEM UMS akan terus berbenah dan berikhtiar untuk memberikan yang terbaik kepada mahasiswa UMS,” ujarnya, Senin (29/3/2021).
Refo Deniro Kastalo, selaku Wakil Presiden BEM UMS juga menanggapi terkait kinerja dan eksistensi BEM selama ini. Ia menjelaskan bahwa semua kementerian sedang dalam proses menjalankan Program Kerja (Proker) masing-masing.
Beberapa contoh proker yang sudah berjalan yaitu silahturahmi ke BEM Fakultas, menyelenggarakan diskusi dan menyebarkan pamflet seperti itu. Beberapa proker sudah berjalan, namun butuh waktu karena program kerja harus ada persiapan.
“Program kerja sendiri sudah ada timelinenya masing-masing per kementerian,” jelasnya, Selasa (30/3/2021).
Baca Juga: Perlindungan Bagi Perempuan Migran di Masa Pandemi
Salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa ia jarang melihat eksistensi BEM UMS dan dampak kinerjanya belum dirasakan. Ia juga menyatakan bahwa ia baru saja mengetahui jika BEM UMS menyebarkan pamflet.
Ia juga menambahkan bahwa menunjukkan aksi nyata lebih baik daripada hanya mengucapkan duka cita, baik itu dengan penggalangan dana bantuan terhadap korban atau dengan cara yang lainnya.
“Lebih baik lagi mengucapkan dan ada aksi nyata untuk membantu,” ujarnya, Senin (29/3/2021).
Reporter : Kenia Eksidewi
Editor : Alvanza Adikara J






