
UMS, Pabelan-online.com – Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (EP) dibuat bingung oleh perubahan jadwal kelas semester genap 2024/2025. Masalah ini terjadi karena draf yang belum difinalkan terlanjur tersebar di kalangan mahasiswa.
Sekretaris Program Studi (Sekprodi) Ekonomi Pembangunan (EP) Maulidyah Indira Hasmarini mengungkapkan, bahwa jadwal masuk perkuliahan prodi EP menyesuaikan kalender akademik, yakni dimulai pada tanggal 17 Februari 2025. Kata Indira, proses plotting jadwal sudah dilakukan bahkan sejak sebelum prodi lain melakukannya.
Namun, jadwal yang dibagikan kepada dosen dan mahasiswa itu masih bersifat draf dan belum final. Indira sendiri tak tahu pasti bagaimana draf itu bisa tersebar sebelum difinalkan. Salah satu dosen, kata Indira, mungkin sudah ada yang membagikannya pada mahasiswa.
“Ekonometrika, itu kan ganti-ganti terus dosen pengampunya, jadi mungkin mahasiswa bingung karena emang plottingan-nya belum fix,” ujar Indira pada Senin (24/2/2025).
Hasna selaku admin, mengingatkan mahasiswa untuk memperhatikan informasi melalui grup angkatan. Ia menegaskan, bahwa perubahan jadwal masih terjadi hingga hari-hari menjelang perkuliahan. Selain itu, mahasiswa disarankan untuk memantau informasi terbaru dan tidak terburu-buru menganggap jadwal itu sudah difinalkan.
“Karena masih proses plotting artinya kami belum share (membagikan -red) ruang dan sebagainya ke dosen-dosen mahasiswa mungkin buka sendiri di STAR (Sistem Terpadu Akademik Reguler -red),” ujarnya, Senin (24/2/2025).
Rhafli D.S, selaku mahasiswa mengeluhkan soal ketidakpuasan mereka dengan ketidakjelasan jadwal kelas yang terus berubah-ubah. Perubahan jadwal ini, kata Rhafli, didapatinya sejak sehari hingga dua hari menjelang perkuliahan pertama.
“Akhirnya pas mendekati hari H, itu sudah berubah jadwalnya. Mau nggak mau, kita harus screenshot (tangkapan layar -red) ulang jadwal dan masuk-masuk ke grup-grup baru, itu kan sangat merepotkan ya,” ucapnya, Jumat (21/2/2025).
Rhafli juga mengeluhkan bahwa dirinya kerepotan dengan perubahan mendadak yang membuat mahasiswa harus beradaptasi. Ia berharap agar pengalaman mereka menjadi masukan bagi pihak prodi untuk lebih jelas dalam memastikan pembagian jadwal kelas di masa mendatang.
“Kadang-kadang udah masuk, kadang-kadang besoknya diubah lagi. Itu kan agak merepotkan,” ujarnya di akhir wawancara.
Reporter: Dea Ramadhani
Editor: Muhammad Farhan
Ilustrasi: Is’adia Sri Muthia






mahasiswa juga sebenarnya perlu melihat apakah suatu informasi itu berasal dari sumber yang valid dan resmi, agar kesalah pahaman seperti ini tidak terulang.
Betul, Kak. Sepakat.