LPM Pabelan

Ilustrasi: Pabelan Online/Syahda Ekayaniputri Anwarawati

Pabelan-online.com, UMS – Pembangunan Gedung Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengganggu proses pembelajaran dan ujian hingga mahasiswa kesulitan mengatur fokus. Kebisingan itu masih berlanjut hingga Oktober mendatang.

Hasyim Asy’ari selaku Ketua Bagian Pemeliharaan Biro Aset Universitas (BAU) menjelaskan, bahwa progres pembangunan telah mencapai 39% yang akan selesai akhir Oktober 2025. Sebelum pembangunan, pihak BAU sudah berkoordinasi dengan pihak fakultas bahwa proses pembangunan itu tentunya akan mengganggu proses belajar mengajar.

“Kebisingan yang terdengar itu wajar hanya pada bagian sisi utara yang tidak bising dan sejauh ini belum ada keluhan ataupun masukan dari pimpinan FEB, jika ada keluhan pasti pimpinan sudah mengatur jadwal perkuliahan,” ucapnya, Rabu (14/05/25).

Suasana sore hari proyek tujuh lantai parkiran FEB sedang dibangun di samping Gedung FEB Kampus 2 UMS. (20/5) Foto: Pabelan Online/Abdurrahman Muzaki

Lanjutnya, jika memang mengganggu, perkuliahan dibuat setengah saja pembelajarannya, yakni setengah masuk tatap muka secara langsung di kelas dan setengahnya lagi daring. Hasyim menilai bahwa keluhan dari mahasiswa atas kebisingan ini memang wajar karena tidak ada penanganan atau solusi khusus untuk kebisingan ini.

“Di awal sudah disampaikan kalau memang terganggu akan dijadwalkan perkuliahan online,” tambahnya.

Hasyim telah memastikan pihaknya (BAU-red) dengan pimpinan FEB selalu berkomunikasi perihal pembangunan hingga keluhan mahasiswa. Sampai saat ini tidak ada keluhan yang disampaikan oleh pimpinan kepadanya. “Setiap waktu bahkan progres itu diamati oleh pimpinan FEB,” ujarnya.

Demi mengonfirmasi tidak adanya keluhan dari pihak dosen dan jajarannya, Anton Agus Setyawan, selaku Pimpinan FEB justru mengarahkan reporter menghubungi BAU. “FEB hanya pengguna saja, kita hanya ikut kebijakan universitas,” katanya pendek dalam pesan WhatsApp, Sabtu (10/05/25).

Dara selaku mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan (EP) mengeluhkan atas dampak kebisingan proyek itu sampai sekarang karena melibatkan alat-alat berat serta material besar. Selain mahasiswa yang mengeluhkan, dosennya juga mengeluhkan proses pembangunan yang tidak kunjung usai.

“Saat pembelajaran ada suara-suara atau getaran. Seharusnya hening atau suara dosen saja yang terdengar tapi ada suara suara pembangunan,” jelasnya, Sabtu (10/05/25).

Ia berharap agar proyek pembangunan cepat terselesaikan dengan efisiensi minimum residu dan minim dampak untuk mahasiswa maupun dosen dan masyarakat sekitar. Selain itu, ia mengeluhkan suara keras yang mengejutkan dan kebisingan yang mengganggu fokus pembelajaran hingga ujian bisa ditemukan solusinya. Juga lahan parkir yang kurang serta polusi akibat debu bisa terselesaikan.

“Pembangunan berhenti dulu saat ujian, dari aku SD sampai SMP, saat ujian sampai ada pasang banner atau pamflet bilang “ini ujian, mohon tenang” malah UMS kaya gini,” ujar Dara mengeluh,  Sabtu (10/05/25).  

Reporter: Zhevista Putri Khinaya & Shafina Novelia Aryanti

Editor: Aulya Rahma Santi

Also Read

Tinggalkan komentar