LPM Pabelan

Foto: Shutterstock

Pabelan-online.com, UMS – Serangkaian penipuan yang mengatasnamakan dosen dan fakultas kembali marak terjadi semenjak setengah tahun terakhir. Korban dari modus penipuan yang dilakukan melalui pesan WhatsApp itu bukan hanya dari kalangan mahasiswa, melainkan juga sejumlah dosen. 

Annisa, salah satu korban yang termakan modus penipuan dengan pembayaran pulsa menceritakan kronologi pengalamannya. Kejadian itu bermula saat ia mendapat pesan dari grup atas nama seorang dosen yang meminta pulsa dengan alasan sedang melayat ke rumah saudaranya. 

“Di situ saya sudah merasa kalau isi pulsa kan gampang bisa dari HP, di sana juga pasti ada keluarga dan nggak mungkin melayat sendiri malam-malam. Tapi karena saya engga enakan saya bantu,” ujar Annisa melalui pesan WhatsApp pada Jumat, (22/05/2025). 

Mulanya, Annisa tidak tahu siapa orang di balik nomor itu. Ia baru mengetahuinya setelah melakukan transaksi ketika mengecek nomor tersebut melalui aplikasi Get Contact, dan menemukan nomor itu adalah milik penipu. Ia hanya menceritakan kasus ini kepada teman-temannya saja dan belum sempat melapor ke pihak kampus. 

Mutohharun Jinan selaku dosen Fakultas Agama Islam (FAI) menanggapi bahwa tak hanya mahasiswa, dosen yang namanya digunakan oleh oknum penipu juga merupakan korban. Bagi Jinan, hal itu menjadi urusan pemilik nomor yang diretas. Misalnya ketika nomornya dipakai orang lain atau terdapat sebuah nomor yang menggunakan fotonya untuk dijadikan profil kontak.

“Biasanya, kita hanya bisa memberikan pengumuman kepada mahasiswa dan juga kepada semua pihak bahwa itu bukan nomor saya, melainkan orang lain yang menyalahgunakan identitas saya untuk kepentingan pribadi,” kata Jinan menjelaskan soal upaya penanganan yang mungkin dilakukan, Selasa (26/5/25) 

Ia menghimbau mahasiswa untuk senantiasa melakukan check and recheck semua informasi yang diterima, termasuk juga mengindahkan anjuran-anjuran dari provider untuk memberi keamanan pada perangkat digital. Menurutnya, hal itu bukan dikarenakan oleh kelalaian juga bukan tanggung jawab lembaga. Sebab, kejahatan digital itu memang sangat mudah dilakukan oleh banyak orang.

“Misalnya, terhadap nomer saya, ya, UMS tidak bertanggung jawab terhadap nomer saya, itu kan karena sifatnya individu,” katanya saat ditanya tentang kelalaian pihak universitas dalam IT. 

Akun Instagram resmi Fakultas Teknik UMS @teknikums.official, fakultas mengunggah himbauan agar mahasisw berhati-hati terhadap modus penipuan menggunakan pesan yang mengatasnamakan fakultas ataupun dosen pada Kamis, 14 2025. Pihak fakultas juga mengingatkan mahasiswanya agar berhati-hati jika mendapat pesan siaran yang mengatasnamakan Fakultas Teknik.

Rois Fathoni selaku Dekan Fakultas Teknik menyatakan bahwa ia baru saja mengetahui perihal adanya kasus penipuan yang menyebar lewat WhatsApp dan mengatasnamakan Fakultas Teknik sendiri. Terlepas dari itu, ia tetap mengimbau kepada mahasiswa, dan juga masyarakat untuk mengasah akal sehat dan tidak percaya begitu saja dengan informasi yang didapatkan.

“Rencana pencegahan itu sebenarnya sudah baku, jadi semua informasi itu harus resmi, jadi follow Instagram UMS, Bagian kemahasiswaan (Bagmawa), Fakultas Teknik, dan jangan segan-segan untuk menanyakan kesahihan suatu informasi kepada petugas resmi,” jelasnya (22/5/25). 

Ia menegaskan, UMS tidak menarik pembayaran apapun selama proses pembelajaran kecuali yang ditarik sistem keuangan. Pembayaran selain itu hendaknya dikonfirmasi lebih dulu kepadanya sebagai Dekan Fakultas Teknik. 

“Nah, ini penting. Jangan mau mengirim uang dimana atas nama rekeningnya itu bukan institusi. Jangan mau ke atas nama pribadi,” ujar Rois dengan tegas. 

Reporter: Shafina Novelia Aryanti

Editor: Tsabita Inas Fathina Rahma

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar