
Pabelan-online.com, UMS – Kinema #10 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kine Club UMS bakal menayangkan dua film hasil produksi mereka pada 6-7 Desember 2025 mendatang. Acara puncak tahunan ini sekaligus juga menjadi wadah apresiasi untuk film-film karya para sineas muda Indonesia.
Ketua Umum Kine Club Ardianto Wahyu Saputra mengatakan Kinema yang merupakan acara tahunan UKM-nya adalah acara puncak dari Kine Club yang kesepuluh kalinya. Acara itu sekaligus menjadi ruang apresiasi para sineas yang ada di seluruh indonesia. Tahun ini, Kinema akan diselenggarakan pada tanggal 6-7 Desember 2025 mendatang.
“Kita bakal menyelenggarakan dua hari,” ujarnya saat diwawancarai via WhatsApp, (0s5/11/2025).
Tak hanya untuk internal Kine Club, Kinema tahun ini juga membuka kesempatan bagi pihak eksternal agar filmnya dapat ditayangkan di acara nanti. Kesempatan itu terbuka bagi komunitas perfilman, mahasiswa, hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.
“Untuk kegiatannya, mungkin kita akan ada nonton film bareng sama diskusi sama sutradara dari tiap-tiap film yang sudah terpilih ,” kata Putra.
Putra berharap, Kinema tahun ini dapat menjadi wadah bagi para sineas Indonesia. “Semoga industri film pendek di Indonesia bisa terus berkembang sampai kapan pun itu,” harap Putra.
Ada dua film karya Kine Club yang bakal ditayangkan di Kinema nanti, yakni Ambal Warsa dan Langganan. Terdapat empat program dalam festival film Kinema nanti, antara lain:
1. First step on riser, untuk mahasiswa dan umum.
2. Stronger as we bloom, untuk pelajar SMA sederajat.
3. Absolut Kinema, untuk penayangan film-film yang diproduksi oleh Kine Club di tahun ini.
4. B-movie, untuk film-film kelas B atau film yang diproduksi dengan bujet rendah.
Sutradara film Ambal Warsa, Intan Paramudita mengatakan karyanya itu mengusung genre horor thriller psikologis. Film ini lahir dari keresahan terhadap realitas sosial tentang bagaimana perilaku semena-mena anak muda yang sering kali dibungkus dengan dalih bersenang-senang, itu justru dapat menimbulkan luka bagi orang lain.
“Dari keresahan itu, lahirlah cerita yang mencoba menggambarkan sisi gelap dari ketidaksadaran manusia,” ujar Dita via WhatsApp, Kamis, (06/11/2025).
Sementara Alib, Sutradara film Langganan itu membawakan genre komedi. Film itu terinspirasi dari kultur incel (involuntary celibate) yang toksik dan cerita White Night karya novelis asal Rusia, Fyodor Dostoevsky.
“Tukang cukur (di film –red) itu simbolis, yang cuma menjalankan jobdesk-nya doang,” kata Alib via WhatsApp, Kamis, (6/11/2025).
Reporter: Salma Khoirunnisa
Editor: Muhammad Farhan





