
Pabelan-online.com, UMS – Memperingati pergantian Tahun Baru Masehi 2026, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tidak memberikan ucapan selamat tahun baru di akun Instagram resminya, berbeda dengan akun @kemahasiswaan.ums yang memposting ucapan selamat tahun baru.
Razuli, selaku Tim Hubungan Masyarakat (Humas) UMS, menyebutkan alasan akun Instagram @umsofficialacid tidak mengunggah ucapan selamat tahun baru karena di akun Instagram resmi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah @lensamu, juga tidak ada bentuk ucapan selamat tahun baru.
“Panduan kita kiblatnya adalah ke lensamu, atau akun Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nah, di situ di lensamu pun tidak menginformasikan atau mengucapkan secara langsung selamat tahun baru 2026, akan tetapi lebih ke memaknai ataupun merefleksikan apa sih di tahun 2025 ataupun 2026 harusnya seperti apa,” jelasnya melalui sambungan telepon, Kamis (01/01/26).
Perbedaan antara akun Instagram @umsofficialacid dengan akun Instagram @kemahasiswaan.ums, kata Razuli, yakni keduanya berada dibawah otoritas yang berbeda. Akun Instagram @umsofficialacid dipegang oleh Humas UMS sedangkan akun Instagram @kemahasiswaan.ums dibawahi oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI).
“Kalau kemahasiswaan itu memiliki otoritas sendiri terkait dengan pengawalan, apakah mereka mau posting terkait dengan ucapan tahun baru, maupun ucapan-ucapan tertentu atau tidak, setiap dari mereka memiliki kebebasan dari masing-masing lembaga terkait,” ujarnya.
Adapun soal ucapan natal dan hari-hari besar agama selain Islam, hal itu tidak disampaikan melalui komunikasi publik, karena dalam hal ini terdapat batasannya tersendiri. Menurut Razuli, toleransi berarti saling mengerti mengenai keyakinan yang dijalani masing-masing.
“Tidak harus selalu memaksakan untuk mengucapkan dalam bentuk postingan, mungkin kita lebih menghargai dengan misalnya di hari perayaan kita tetap libur,” tambahnya.
Suwinarno selaku pihak Lembaga Pengembanga Pondok Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) mengatakan ucapan selamat tahun baru itu diperbolehkan selama tidak ada unsur pesta dan hura-hura. Namun, terkait ucapan selamat natal, karena berkaitan dengan aqidah maka hal ini tidak diperbolehkan.
“Ucapan selamat itu tidak hanya sekedar ucapan, namun didalamnya mengandung unsur aqidah, artinya natal berkaitan dengan pengakuan bahwa Yesus itu tuhan yang mana hal ini bertentangan dengan kaidah islam, memang dalam beragama kita wajib menjaga toleransi, namun dalam konteks ini tidak ada kaitannya dengan aqidah dan ibadah,” jawabnya saat ditemui di kantor LPPIK, Jumat (02/01/26).
Menurutnya, meskipun Tahun Baru Masehi bukan bagian dari sistem penanggalan Islam, keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari realitas kehidupan global. Oleh karena itu, UMS mengintegrasikan penanggalan Masehi dan Hijriyah dalam sistem penanggalannya.
“Realitas kehidupan dunia ini memang ada dua kalender, yaitu kalender global atau Masehi dan yang islam itu Hijriyah, tentu kita tidak bisa membuang salah satu karena kita di hidup dunia global tentu juga mengikuti kalender masehi, tetapi juga tidak boleh melupakan kalender hijriyah,” imbuhnya.
Reporter: Choiril Amirah Farida
Editor: Muhammad Farhan
Meme: Aqnan Syandi Syahsena






