
Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Stephen King yang bertajuk Rita Hayworth and Shawshank Redemption, yang menceritakan tentang Andy Dufresne (Tim Robbins), seorang bankir yang dihukum penjara seumur hidup atas tuduhan membunuh istri dan kekasihnya, meski ia sudah bersikeras bahwa dia tidak bersalah kasus tersebut. Tahun 1947, Andy memulai masa tahanannya di Penjara Shawshank. Di penjara itu, Andy bertemu dengan Eliis Redding (Morgan Freeman) atau biasa dipanggil Red yang dikenal sebagai orang yang bisa mendapatkan apa saja di penjara.
Setelah beberapa tahun di Shawshank, Andy menggunakan keahliannya sebagai seorang bankir untuk membantu menyusun pajak bagi kepala penjara dan para sipir dengan bantuan Red sebagai staf yang membantunya kala itu. Sebagai imbalannya, Andy diberikan kesempatan menulis surat kepada senat untuk mengajukan dana pembangunan perpustakaan di Penjara Shawshank.
Setelah beberapa surat ia kirimkan, pihak senat akhirnya menyetujui permintaan Andy. Dana dari senat sepenuhnya digunakan oleh Andy untuk membangun perpustakaan. Andy juga mencetuskan program paket sekolah untuk para tahanan yang belum menamatkan sekolah.
Andy tidak membiarkan waktunya terbuang begitu saja saat berada di penjara. Ia menggunakan separuh waktunya untuk membantu para tahanan yang kesulitan dalam membaca dan menulis hingga membantu mereka menyelesaikan paket sekolah tanpa meminta imbalan apa pun. Kegigihan Andy dalam mengelola perpustakaan berbuah manis dengan dinobatkannya Perpustakaan Shawshank sebagai perpustakaan penjara terbaik di New England. Berkat dedikasi Andy, banyak narapidana yang merasa terbantu dalam menyelesaikan pendidikannya.
Setelah sekian lama Andy membantu menyusun pajak bagi para pegawai penjara, ia menyadari bahwa ada kecurangan yang dilakukan oleh kepala penjara dalam mengelola keuangan. Ia menemukan bahwa kepala penjara atau panggil saja Norton (Bob Gunton) telah mengorupsi uang pengelolaan penjara, serta menerima gratifikasi dari beberapa pihak untuk melancarkan proyeknya.
Tepat di tahun ke-20 masa hukumannya, Andy memutuskan untuk melarikan diri dari Shawshank dengan membawa bukti kecurangan yang dilakukan Norton. Pada akhirnya, di tahun 1966, pihak kepolisian mengetahui tindakan kecurangan yang dilakukan Norton dengan bantuan berkas penyusunan pajak yang disusun oleh Andy.
Film ini menghadirkan suasana yang berbeda dari kebanyakan film berlatar penjara lainnya. The Shawshank Redemption menampilkan Andy sebagai seorang tahanan yang mempunyai kemampuan intelegensi yang baik. Pembentukan karakter seperti itu jarang dihadirkan untuk menggambarkan seorang tahanan, tetapi The Shawshank Redemption memberikan nuansa baru. Karakter Andy dikembangkan dengan bagaimana cara dia beradaptasi di penjara dengan lingkungan yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Andy tidak pernah sekalipun putus asa saat menjalani masa hukumannya. Ia berulang kali ditolak saat mengajukan dana pembangunan perpustakaan kepada senat, tetapi Andy pantang menyerah hingga akhirnya permintaannya disetujui oleh senat. Andy memiliki keyakinan bahwa pendidikan adalah salah satu bekal untuk kehidupan dan setiap orang berhak untuk mendapatkannya, sekalipun orang yang telah melakukan kesalahan besar seperti narapidana.
Dalam film ini, Andy juga digambarkan sebagai orang yang menjunjung tinggi kejujuran di atas segalanya. Selama ia membantu menyusun pajak, ia juga menyusun rencana cerdik untuk membongkar kecurangan yang dilakukan kepala penjara dengan menukar berkas yang ada di brankas miliknya (kepala penjara) dengan berkas lain.
Kemudian, ia memegang berkas yang asli dan membawanya saat melarikan diri dari penjara. Tentu perbuatan Andy dalam melarikan diri tidak bisa dibenarkan, tetapi yang menjadi fokus adalah bagaimana strategi Andy dalam membongkar tindakan merugikan itu kepada pihak berwenang.
Karakter Andy dalam film ini sepenuhnya digambarkan dalam sudut pandang Red, sahabatnya. Sejak awal, Red merasa ada yang berbeda dari Andy dibanding tahanan lainnya. Andy sangatlah tenang dalam menghadapi masalah. Sifatnya yang tenang membuat Red terbuka untuk menjadi teman dekatnya.
Film ini mengajarkan kita bahwa kemampuan emosional dan kecerdasan intelegensi yang baik adalah perpaduan yang tepat dalam menyelesaikan masalah. Diam dan selesaikan dalam ketenangan adalah cara terbaik yang dilakukan oleh Andy untuk menghadapi permasalahan yang ia hadapi. Andy juga mengajarkan bahwa pendidikan adalah kesetaraan yang harus didapatkan setiap orang.
Penulis: Diva Maharani Herlan Jaya, Mahasiswa Fakultas Hukum UMS






