
Langit pagi ini tampak begitu cerah, tapi sungguh sekarang ini aku seperti orang gila yang hanya diam mematung di sofa usang milik nenek. Dalam hati
Aksara Dengan aksara kugambar indahmu Kutuliskan manis tuturmu Kuceritakan ayu matamu Begitu indah senyummu Izinkan kusimpan dirimu sebagai aksara Di mana duniaku berada di dalamnya
Cahaya mentari mulai memasuki kamar Karina, tetapi sang empu sudah tidak ada di atas kasurnya yang empuk dan nyaman. Remaja yang menginjak kelas sebelas Sekolah
Perempuan itu Aku Aku berdiri, seorang diri Di kegelapan malam, hanya dengan sebuah lampu jalanan Seorang perempuan berjalan mendekatiku, Ia berbicara kepadaku “Sepertinya aku telah
Ratapan Sedang kuratapi masa depan ini… Di kala ku menyelusuri sungai-sungai, Kupandangi air bersih yang mengalir Dalam pikiranku, angan-angan ini mulai kembali Dalam hembusan nafasku





