
UMS, pabelan-online.com – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengeluarkan press release terkait hasil kuesioner kepuasan mahasiswa FT terhadap perkuliahan daring. Tujuannya agar menjadi bahan evaluasi bagi fakultas dalam pelaksanaan perkuliahan daring selama pandemi.
Hal ini merupakan tindak lanjut dari keluhan mahasiswa selama perkuliahan daring yang disampaikan melalui kuesioner online DPM FT. Sistem kuliah daring belakangan ini terpaksa dilakukan akibat pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang semakin parah. Kuesioner yang dibuat tersebut bertujuan untuk mencari data lapangan sebagai laporan, guna mengajukan tuntutan perbaikan sistem yang telah dijalankan fakultas.
Dalam kuesioner tersebut banyak dari mahasiswa yang mengeluhkan sistem perkuliahan daring yang dijalankan selama pandemi ini, tercatat sebanyak 46 persen responden. “Terbatasnya koneksi internet dan materi perkuliahan yang kurang maksimal menjadi kendala mayoritas mahasiswa dalam perkuliahan daring,” ujar Dany Tirta, selaku ketua DPM FT dalam wawancaranya dengan tim Pabelan Online via Whatsapp, Kamis (30/4/2020).
Baca Juga: UMS Alihkan Tunjangan Beras dari Dosen dan Karyawan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
Dany juga mengatakan, bahwa keadaan seperti sekarang ini baru pertama kali dihadapi, sehingga perlu adanya penyesuaian dari dosen dan mahasiswa. Ia mengaku telah mendapat kabar bahwa fakultas sudah merespon tuntutan mahasiswa, karena telah terlaksananya rapat antar jajaran dekan dan program studi (prodi). Melalui press release tersebut, pihak fakultas segera melakukan perbaikan seiring berjalannya waktu.
Saat dihubungi via Whatsapp, Sri Sunarjono selaku Dekan FT mengaku memang belum semua dosen melaksanakan perkuliahan daring dengan maksimal. Namun, belum ada laporan terkait dosen yang tidak menyampaikan materi sama sekali, hanya saja terdapat beberapa dosen yang mengaku kesulitan menjalankan perkuliahan daring karena belum terbiasa dengan aplikasi yang ada.
Kedepannya, pihak FT akan menyusun standar untuk perkuliahan daring, seperti standar cara pembelajaran dan standar materi dalam perkuliahan. Untuk saat ini, FT sedang mempersiapkan model perkuliahan daring kelas Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ). “Kita sudah melaksanakan evaluasi, lalu akan melaksanakan survei dari hasil ketidakpuasan mahasiswa,” tambahnya, Kamis (30/4/2020).
Pihak universitas pun sudah menyediakan fasilitas kuota internet gratis, dengan sistem pemotongan pembayaran Satuan Kredit Semester (SKS) sebesar Rp. 200.000. Dana yang diberikan oleh kampus untuk perkuliahan daring tersebut menurutnya sudah cukup besar. “Kapasitas kampus dalam memberikan fasilitas kuota internet saya kira cukup, jadi tidak perlu membandingkan dengan perguruan tinggi lain,” pungkasnya.
Reporter : Annisa Nur Aisyah
Editor : Naufal Abdurrahman Musa






