
Promise me…
Danke for everything, my love…
Ich liebe Dich *Aku mencintamu
Mathias tersenyum simpul sembari melambaikan tangannya di balik layar sana, pertanda berakhirnya Video, dan juga hidupnya. Emelie ingin mengusap bulir air mata yang masih mengintip di sudut matanya dan menjadi tegar, membiarkannya pergi dengan tenang. Namun nihil, air matanya semakin menderas. Ia tak dapat mengontrol tangisnya.
Namun ia yakin, meski raganya telah pergi, namun cintanya akan tetap di sini menemaninya―Alte Liebe rostet nicht. Loves never dies. Dalam diam, hati mereka mengikat.
Bersamaan dengan mentari yang mulai kembali ke persinggahannya, iris kecokelatan amber Emelie mulai berhalusinasi akan semburat kuning telur yang menerpa sesosok pria yang sangat di sayanginya disana. Ia berdiri di dekat tirai jendela yang terterpa angin lembayung, tersenyum begitu manis, dengan mata sayunya yang berbinar, seakan berkata selamat tinggal untuk yang terakhir kalinya.
Emelie tersenyum dengan sekaan air mata, menatapnya.
Ich liebe Dich, Mathias…selamat jalan.
…
SELESAI
Penulis adalah Ika keysa. Penulis dapat dihubungi di akun @envychy_oxy dan facebook ikakeysa
Pengen kayak Ika keysa?
Yuk nulis!
Cerpen atau puisi maks. 5000 karakter, bukan plagiat atau mengandung sara dan tidak ada unsur kekerasan ataupun pornograf, belum pernah dipublikasikan dimanapuni. Cerpen atau puisi yang masuk hak milik perusahaan.
Kirim cerpen ataupun puisi ke Koran@pabelan-online.com






