
UMS, Pabelan-Online.com – Unit Kegiatan Mahasiswa pecinta alam Fakultas Geografi, Giri Bahana, berhasil menemukan sungai bawah tanah di Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Wonogiri. Desa yang memiliki sekitar 2.000 jiwa tersebur tiap musim kemarau selalu mengalami krisis air bersih.
Dekan Fakultas Geografi, Priyono, menjelaskan sebelum ditemukan sungai bawah tanah di kawasan karst tersebut, ada beberapa tahapan yang dilalui. Dimulai dengan tahapan penelitian menggunakan alat yang bisa mendeteksi adanya gua-gua di Desa Pucung. “Gua itu adalah sumber air, meskipun tidak semua,” jelas Priyono, Kamis (7/4/2016).
Priyono menambahkan setelah dieksplorasi proses selanjutnya adalah pengangkatan air agar tiap warga bisa menikmati air bersih, kemudian dilakukan publikasi melalui media sosial maupun seminar. ”Sekarang tahapannya di sini (sambungan air ketiap rumah tangga-red). Sudah sekitar sepertiga warga yang bisa merasakan air tanpa antri. Hutan yang ada di atas sungai bawah tanah ini harus dihijaukan sehingga debit airnya tidak berkurang. Jangan sampai gundul ini (hutan-red),” tambahnya.
Ketua Umum Giri Bahama, Reksa Pambudi Rahman, menceritakan bahwa pihaknya awalnya ingin mengeksplor pengetahuan mereka tentang kegiatan caving. Giri Bahama telah melakukan pengabdian di Desa Pucung hampir 17 tahun. Dengan pemikiran anti-mainstream melakukan apapun sebisanya untuk pengembangan desa tersebut. “Dari tahun 1999-2008 itu proses pendampingan dan cari cara gimana agar air bisa diangkat,” jelas Reksa, Jumat (9/4/2016).
Dengan adanya penemuan sungai bawah tanah, Reksa berharap agar masyarakat bisa merasakan hasil usaha mereka sendiri dan bisa menghargai proses kerja mereka. “Jadi nanti kalau anak-cucunya nanya, mereka bisa cerita karena proses pengangkatan itu proses yang panjang. Kami juga ingin mengubah mindset orang bahwa anak pencinta alam juga bisa mengabdikan diri ke masyarakat,” harap Reksa.
Penulis: Reporter Livia Purwati
Editor: Sofi Filda







