LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com – Berdasarkan hasil seleksi Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi salah satu perguruan tinggi yang berhasil lolos dan masuk ke dalam kategori Liga 1. Tiga Program Studi (Prodi) yang berhasil lolos yakni Pendidikan Bahasa Inggris, Teknik Kimia, dan Teknik Industri.

Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) bertujuan untuk meningkatkan mutu dengan memfasilitasi, mendorong, serta mempercepat perguruan tinggi dalam mencapai berbagai indikator kinerja utama.  Mutu tersebut digunakan untuk mendorong transformasi di bidang pendidikan tinggi yang mencakup kualitas lulusan, kualitas dosen pengajar, dan kualitas dari kurikulum.

Munajat Tri Nugroho, selaku Koordinator Task Force dan Pelaksana Tingkat Pusat mengungkapkan, bahwa pencapaian yang didapat oleh UMS merupakan hasil usaha kerja keras bersama dalam rangka mewujudkan kampus merdeka dengan peningkatan kualitas lulusan.

“Perolehan dana hibah melalui program ini nantinya digunakan sebagai pengembangan prodi terkait untuk bergerak lebih progresif. Selain itu, sebagai pilot project yang turut memberikan dampak baik kepada prodi lain terutama untuk transformasi pendidikan yang lebih berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” jelasnya, Sabtu (12/6/2021).

Sebelum melalui tahap akhir dalam PKKM, Munajat menyampaikan bahwa UMS telah melalui tiga tahap seleksi, diantaranya perancangan proposal, registrasi, pemasukan dan penilaian proposal, hingga tahap pengumuman serta implementasi. Setiap rangkaian seleksi tersebut dilakukan secara daring.

Dalam PKKM, seleksi yang dilalui oleh perguruan tinggi terbagi menjadi tiga liga. Pembagian liga tersebut didasari oleh jumlah mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi. UMS berhasil masuk ke dalam Liga 1 dengan jumlah mahasiswa lebih dari 18.000.

“Tujuan dari Liga 1, khususnya di UMS adalah untuk mempercepat transformasi pendidikan tinggi agar bisa lebih berdaya saing global. Mampu menjadi moto perubahan menjadi perguruan tinggi kelas dunia,” ungkapnya, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga: Hamparan di Tepi Gunung

Di dalam ketentuan PKKM, setiap perguruan tinggi yang masuk ke dalam Liga 1 berhak mengusulkan lima program studi. Namun berdasarkan pada Institusional Support System (ISS) hanya menyetujui tiga prodi dari lima prodi yang diajukan. Tiga prodi tersebut adalah Pendidikan Bahasa Inggris, Teknik Kimia, dan Teknik Industri.

Dalam proses pemilihan program studi, Munajat menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan secara internal dengan didasari oleh prodi yang telah terakreditasi A atau sudah berpengalaman dalam tingkat internasional. Hal tersebut dikarenkan PKKM merupakan program yang mendorong perguruan tinggi untuk mampu bersaing di skala internasional.

“Kami berharap besar terhadap program ini, karena program ini akan terus berkelanjutan hingga tiga tahun ke depan yang mana bisa dijadikan sebagai alat penggerak secara internal di UMS.  Selain itu juga sebagai upaya dalam usaha mendapatkan akreditasi internasional,” ujarnya, Sabtu (12/6/2021).

Menanggapi kabar keberhasilan yang diraih oleh UMS, Salsabila Ardilia Putri mahasiswi Prodi Teknik Kimia mengatakan, bahwa dirinya sangat bangga karena hal tersebut dapat membuat UMS lebih dikenal dan dapat menjadikan lulusan UMS menjadi lebih dipandang baik.

Salsabila juga berharap, bahwa UMS dapat menjadi lebih baik dengan segala aspek di dalamnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat menjadikan UMS sebagai universitas yang lebih baik, serta dapat meluluskan mahasiswa yang hebat dan sukses.

“Semoga mahasiswa dapat lebih aktif dan mengambil kesempatan di dalamnya, karena program ini bukan hanya diperuntukan untuk kampus saja tetapi juga mencari bakat dari mahasiswanya,” tambahnya, Senin (14/6/2021).

 

Reporter         : Aidha Nur Rahma

Editor             : Mulyani Adi Astutiatmaja

 

 

Also Read

Tinggalkan komentar