Sumber: news.ums.ac.id

Siapa sangka, berawal dari mengikuti temannya masuk SMK jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), keputusan itu membawa Bayu Fedra ke kancah internasional di ajang Black Hat Conference, salah satu konferensi keamanan siber paling bergengsi di dunia.

Black Hat adalah konferensi keamanan siber internasional yang terbuka untuk umum tanpa batasan regional bagi yang ingin mempresentasikan proyek atau karya mereka di bidang cyber security. Dalam setahun, ada empat event besar yang diselenggarakan Black Hat di seluruh dunia, antara lain, Amerika Serikat di Las Vegas, Eropa di London, Timur Tengah dan Afrika (MEA) di Riyadh, dan Asia di Singapura.

Bayu, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu, berhasil lolos ke dua event Black Hat sekaligus secara individu, yaitu di Eropa dan MEA. Program yang ia kirimkan berhasil dipamerkan di ajang Black Hat Eropa yang diadakan di London, Inggris pada 8-12 Desember 2025.

Bayu mengirimkan dua program berbeda, yang pertama adalah sebuah program bernama Internet Protocol Threat Intelligence (IPTI) pada Black Hat Eropa. Progran itu dapat menganalisa dan membantu melakukan asesmen untuk mencari tahu ancaman dan resiko apa saja yang ada di balik suatu alamat IP.

Proyek selanjutnya dipresentasikan di London bernama Most Basic Penetration Testing Lab (MBPTL). Sebuah program yang didesain untuk pengguna yang ingin belajar lebih mendalam mengenai cyber security. Berangkat dari kegelisahaan selama 10 tahun di bidang ini, ia mengungkapkan adanya gap atau kesenjangan pada platform Damn Vulnerable Web Application (DVWA) yang sering dijadikan rekomendasi untuk seseorang yang baru belajar. Namun, karena platform itu hanya mencakup satu domain saja, Bayu pun memutuskan untuk mengembangkan platform belajar yang mencakup seluruh domain dan lebih komprehensif, yaitu MBPTL.

Kedua program itu merupakan open source atau sumber terbuka sehingga dapat diakses di GitHub miliknya dan diinstal dengan mudah di komputer lokal menggunakan Docker.

Sejak di bangku SMK, Bayu sudah aktif dan memulai perjalanan karirnya dengan bergabung komunitas daring, belajar mandiri, hingga mengikuti lomba yang diadakan oleh sekolahnya. Gurunya pun aktif menyarankan mengikuti lomba hingga ia mendapatkan juara satu nasional. Bersama timnya, ia telah menoreh banyak kemenangan.

Lulus SMK, ia langsung bekerja di beberapa perusahaan sebagai Security Consultant, kemudian menjadi Senior Security Engineer di perusahaan Ajaib, dan hingga kini bekerja di perusahaan luar negeri. Pekerjaannya dilakukan secara remote alias dikendalikan dari jarak jauh—yang memudahkannya untuk menyeimbangkan waktu antara kuliah dan bekerja. Saking cemerlangnya, studinya di UMS bahkan dibiayai oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Tak hanya menjadi juara, Bayu juga membagikan saran dan kiat-kiat belajar seputar cyber security. Pertama, ia menganjurkan untuk menguasai satu bahasa pemrograman hingga benar-benar menjadi ahli, dan tidak mengandalkan Akal Imitasi (AI) pada masa awal belajar.

Dalam cyber security, tuturnya, wajib memahami Common Vulnerabilities and Exposure (CVE) dan Common Weakness and Enumeration (CWE). Singkatnya, CVE adalah suatu celah keamanan yang diketahui publik di suatu produk, sementara CWE adalah teknik-teknik dalam melakukan hacking atau manipulasi.

Ia juga menyarankan untuk memperkuat fundamental sistem operasi lebih dahulu khususnya Linux, seperti cara mengoperasikannya, dasar-dasar perintah di Linux, permission file, hingga kriptografi. Bayu juga menekankan untuk memahami dasar-dasar jaringan, seperti protokol dan perbedaan jaringan.

“Kalau kamu paham fundamental, OS (Operating System atau sistem operasi -red) itu bukan masalah,” tuturnya.

Bayu berpesan untuk tidak perlu merasa rendah diri bagi yang baru mulai mendalami cyber security. Ia juga bercerita tentang kisah temannya yang baru mempelajari bidang tersebut dan setelah lulus dari jurusan pertanian, ia kemudian berhasil.

“Sebenarnya belum tentu juga loh kalau misal orang sudah 10 tahun di suatu bidang, belum tentu dia tuh udah pasti lebih jago dari orang yang baru setahun dua tahun. Karena yang terpenting adalah adanya kemauan pada masing-masing individu untuk terus mencoba” tutur Bayu.

Reporter: Najwa Putri Zaliyanti

Editor: Fauziah Salma Anfihar

Penulis

Also Read

Tinggalkan komentar