
Pabelan-online.com, UMS – Semenjak beberapa bulan terakhir, berbagai fasilitas Griya Mahasiswa (GM) tampak terbengkalai karena kurang mendapat perhatian dari kampus. Para mahasiswa yang berkegiatan di sana banyak yang mengeluh karena tak kunjung ada perbaikan dari pihak yang berwenang.
Mahasiswa dari salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Seni dan Film (USF) yang tak ingin disebut namanya, menilai bahwa fasilitas yang disediakan GM sudah cukup lengkap. Namun, beberapa fasilitas yang lebih spesifik masih kurang terpenuhi. Misalnya, studio musik yang seharusnya kedap suara, tetapi malah tetap bocor keluar ruangan.
“Begitupun ketika recording (rekaman-red), suara dari luar bisa masuk yang sering kali mengganggu dalam proses kesenian kami dan mungkin UKM lain juga terganggu akan hal itu,” keluhnya, Jumat (06/06/2025).
Ia juga mengeluhkan Wireless Fidelity (Wi-Fi) yang hanya dapat terhubung saat berada di depan sekretariat, pun demikian jaringannya lambat sedangkan kebutuhan untuk mengunggah cukup banyak. Toilet pun menurutnya kurang bersih dan banyak kerak, padahal pengguna toilet di lantai tiga tidak terlalu banyak dibanding toilet di lantai yang lain.
Ia menyarankan untuk perbaikan beberapa fasilitas di GM dan pengadaan router Wi-Fi sehingga jaringan dapat menjangkau sampai ke dalam sekretariat. Ia juga mengkritik adanya petugas kebersihan yang kadang kala tidak membersihkan lingkungan di luar sekretariat. Padahal, itu sudah menjadi tupoksi dari petugas kebersihan di GM.
Hanifah Kusuma Wardhani, selaku mahasiswa dari UKM Hizbul Wathan (HW) mengeluhkan hal yang hampir senada. Menurutnya, GM masih kekurangan tempat peletakan barang, sedangkan barang yang dimiliki oleh HW sangat banyak, baik untuk kegiatan indoor maupun outdoor.
“Untuk HW masih kewalahan dalam peletakan barang-barang dan masih banyak yang diluar ruangan,” ujarnya, Sabtu (07/06/2025).
Musala dan tempat wudu, menurut pengamatannya juga jarang dibersihkan hingga berlumut. Sama halnya dengan toilet, banyak yang tidak ada ember dan gayungnya. Selain itu, beberapa shower rusak dan wastafel pantri banyak yang tersumbat dan bocor sehingga membuat genangan di sekitarnya.
Hal ini sama dengan yang diungkapkan UKM USF perihal Wi-Fi, ia juga merasakan bahwa Wi-Fi hanya dapat terhubung sewaktu-waktu, dan hanya terhubung saat berada di ruangan yang dekat dengan pintu keluar, sedangkan di daerah sudut ruangan malah tidak dapat terhubung.
“Kadang beberapa dari kami (anggota HW-red) harus keluar sekretariat untuk mendapatkan jaringan yang bagus dan lancar,” jelasnya.
Dari banyaknya kekurangan fasilitas di gedung itu, ia memberi masukan agar pihak berwenang melakukan pengecekan secara berkala agar dapat mengetahui fasilitas apa saja yang rusak atau berkendala, serta menyediakan wadah untuk mengeluhkan fasilitas yang rusak di GM.
Muhammad Zaki Faishol Faruq, selaku mahasiswa dari UKM PRISMA juga mengeluhkan plafon UKM PRISMA yang tidak kunjung diperbaiki, serta petugas kebersihan yang tidak memperhatikan kebersihan di bagian luar sekretariat. “Wi-Fi juga kalau di dalam sekretariat tidak lancar, terkadang hilang, tetapi kalau di luar sekretariat lumayan lancar,” jelasnya singkat, Selasa (10/06/2025)
Di akhir wawancara ia juga memberi masukan agar pengelolaan GM lebih ditingkatkan lagi dalam pemeliharaan yang bisa dipercepat.
Demi mendapatkan jawaban dari pihak berwenang, reporter pabelan-online.com telah mencoba menghubungi Wildan Hanif Amri selaku Biro Kemahasiswaan yang bertanggung jawab mengelola GM pada Kamis, (05/06/2025). Namun, ia menolak untuk dimintai kejelasan dengan alasan perawatan fasilitas seluruh GM merupakan otoritas dari pihak Biro Aset Universitas (BAU).
Reporter pabelan-online.com pun beralih meminta kejelasan kepada Hasyim Asyari dari pihak BAU pada Sabtu, (07/06/2025). Namun, ia juga menolak untuk dimintai kejelasan tanpa alasan yang jelas.
Reporter: Farhat Abdillah To Ngili
Editor: Alfin Nur Ridwan







