LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com – Akhir-akhir ini mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember kembali diresahkan dengan kasus Kekerasan Seksual Berbasis Gender Online (KBGO). Salah satu mahasiswi dari jurusan Psikologi Islam telah menjadi korban oleh oknum yang tidak dikenal.

Menurut Komisioner Tinggi Persatuan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR), kekerasan bebasis gender diartikan sebagai kekerasan seksual pada seseorang yang didasarkan atas seks atau gender. Hal tersebut termasuk tindakan yang mengakibatkan bahaya atau penderitaan fisik, mental, ancaman, dan penghapusan kemerdekaan.

Dilansir dari www.upmmillenium.com, Niki (nama samaran korban) mengaku bahwa kejadian tersebut telah berlangsung cukup lama yang membuat aktivitas korban terganggu. “Saya merasa risih akan hal ini. Pelaku sering mengganggu aktivitas saya. Sebelumnya saya pernah bertanya siapa dan dapat nomer saya dari mana,” tutur korban.

Menurut penjelasan dari korban, Niki sempat menanyakan beberapa pertanyaan. Namun, tidak kunjung mendapat jawaban dan memilih langsung memblokir nomor pelaku. Setelah itu, selang beberapa bulan pelaku kembali menghubungi korban dengan mengaku sebagai Gilang yang berasal dari Bondowoso.

Untuk aksi selanjutnya, pelaku diduga menghubungi korban dengan melakukan video call dengan alasan ingin menunjukkan jamur, tetapi pelaku malah menunjukkan bagian alat reproduksinya. Pada saat itu, Niki langsung memblokir nomor pelaku karena merasa kaget dan takut dengan tindakan yang dialaminya.

Tidak berhenti sampai di situ, selang beberapa waktu pelaku kembali menghubungi Niki dengan menggunakan nomor WhatsApp baru. Kali ini pelaku mengenalkan dirinya sebagai Irfan, lagi-lagi pelaku membuat ulah dengan mengirimkan gambar pornografi kepada Niki.

Baca Juga: Peduli Palestina Dengan Gelar Diskusi Dan Doa Bersama

Tidak hanya Niki, kasus KBGO ternyata pernah dialami oleh mahasiswi lainnya. Mahasiswi yang berinisial SN ini juga mengaku pernah mengalami peristiwa serupa dengan Niki. SN menuturkan, bahwa ia mendapat panggilan video dari nomor WhatsApp yang sama dengan nomor yang menghubungi Niki. SN mengungkapkan bahwa pelaku juga menunjukan perilaku pornoaksi saat melakukan panggilan video tersebut.

Berdasar International Center for Research on Women (IRCW), ada beberapa motivasi seseorang dalam melakukan tindakan KBGO. Seperti balas dendam, hasrat seksual, kemarahan, cemburu, kebutuhan keuangan, bahkan agenda politik. Pelaku memiliki tujuan untuk menyakiti psikologis, fisik, serta instrumental korbannya.

Menanggapi kasus tersebut, Meifiana Eka, salah satu mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember menyampaikan rasa prihatinnya atas kejadian tersebut. Ia mengatakan, bahwa kejadian tersebut bukanlah kasus pertama kali yang terjadi di IAIN Jember.

Di awal wawancara, Meifiana juga sempat mengungkapkan kepada Tim Pabelan Online, bahwa salah satu korban atas kasus tersebut merupakan teman sekelasnya. Menurutnya, dengan adanya kasus tersebut, dapat memberikan rasa takut dan trauma tersendiri bagi korban.

“Setiap korban pasti punya trauma, cuman kalau aku lihat dari temenku yang pernah menjadi korban. Dia tetap menjalani kuliah seperti biasanya kok. Bedanya sekarang dia lebih waspada banget,” ungkapnya, Senin (24/5/2021).

Di akhir wawancaranya, Meifiana Eka menyampaikan bahwa terdapat rencana untuk mengkawal dan mengusut kasus tersebut. Ia berharap kasus tersebut menjadi kasus kekerasan seksual yang terakhir terjadi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.

“Terdapat rencana ingin mentelusuri identitas pelakunya dan akan dilaporkan ke pihak berwajib,” ucapnya, Senin (24/5/2021).

 

Reporter         : Alya Rahmawati Dewi

Editor             : Mulyani Adi Astutiatmaja

Also Read

Tinggalkan komentar