Sebuah pertanyaan mengapung, apa bedanya partai politik kampus dengan partai nasional sekarang ini. Ia hanya tampi saat ada Event saja, seperti pemilwa misalnya. Partai politik kampus sekarang layaknya EO hanya bekerja saat ada event saja. Sepanjang kegiatanya berlangsung, jarang ada kegiatan kegiatan dari politik kampus yang melibatkan mahasiswa, lalu dimanakah pendidikan politik yang katanya digembar gemborkan.
Ada sebuah anekdot atau sentilan bagi parpol kampus, namun hal ini tidak hanya berlaku pada mereka saja, namun pada aktivis secara keseluruhan. Sekarang, aktivis ibaratnya seorang yang terkena penyakit autis, yang sibuk dengan dunianya sendiri. Padahal goal yang diharapkan dari para organisatoris sekarang adalah para mahasiswa itu sendiri. Aktivis lebih banyak berkutat untuk bagaimana mensejahterakan organisasinya, bukan pada mahasiswa. aktivis lebih sibuk dengan dunianya sendiri, lalu apa bedanya dengan parpol nasional yang mementingkan kepentingan mereka sendiri, jadi benar juga, dalam dunia politik tidak ada musuh abadi atau kepentingan abadi, yang ada adalah kepentingan abad.
Maka dari itu, semua elemen aktivis kampus diharapkan bisa mengawal isu dengan baik, agar bisa mengakomodasi kepentingan seluruh mahasiswa. Meski dalam kampus sendiri, ada perang ideologi dan kepentingan antara satu sama lain, namun hal ini haruslah bisa ditanggap positif. Ditambah dari semua perbedaan dan kepentingan itu haruslah ada solusi bersama, dan haruslah berprinsip bahwa kepentingan yang diadu bukanlah kepentingan yang telah disusupkan pihak luar, namun kepentingan murni para mahasiswa yang mengagendakan revolusi.
Harapan terkahir, korupsi di negeri ini haruslah bisa dihilangkan dengan pendidikan, dalam hal ini pendidikan di dalam kampus itu sendiri. Parpol kampus juga harus bisa ikut berperan dalam akomodasi pendidikan ini, khususnya pendidikan politik yang bercirikan kerarifan mahasiswa. Dan dari pendidikan ini, mahasiswa bisa bermental baja yang kuat dan tahan berbagai hambatan.
Intisari diskusi rutin LPM Pabelan pada hari Kamis, 28 Februari 2013 dengan tema politik






