Gedung empat lantai di Kampus 1 UMS yang diresmikan tahun 2023 itu dibangun untuk menjadi pusat kegiatan organisasi mahasiswa. Dari berbagai sudut Griya Mahasiswa (GM) Universitas Muhammadiyah Surakarta, terdengar keluhan para pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mengenai kondisi fasilitas yang tak memadai, layaknya cerita yang diulang-ulang karena tak kunjung diselesaikan.
Bangunan yang berdiri tampak megah dari luar itu, nyatanya, menyimpan banyak persoalan ketika dilihat dari dekat. Ketika banyak UKM menjadikan GM sebagai wadah utama untuk berkegiatan, kondisi fasilitas yang tersedia justru makin banyak dipertanyakan.
Karena itu, Manajer Penelitian Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pabelan berinisiatif melakukan penelitian melalui wawancara dengan beberapa UKM penghuni GM, antara lain, Muhammadiyah English Debating Society (MEDS), Mahasiswa Pecinta Qur’an (MPQ), Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA), Unit Bola Voli (UBV), Koperasi Mahasiswa (KOPMA), NAMLAH, Tapak Suci, Unit Seni dan Film (USF), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Campus, dan Taekwondo. Hasil wawancara menunjukkan bahwa persoalan fasilitas di GM bersifat berulang dan belum tertangani secara menyeluruh.
Kebocoran dan Kondisi Ruangan
Masalah kebocoran menjadi keluhan terbanyak, terutama bagi UKM yang berkegiatan di lantai atas. Sekretariat UKM Namlah menjadi salah satu yang terdampak paling parah. Ketua Umum Namlah, Thoriq Al-Farisi, mengeluhkan plafon sekretariat yang bocor sehingga air merembes masuk saat hujan.
“Bocornya sekre dan tiga lampu mati dari empat lampu yang ada, membuat kegiatan malam menjadi kurang penerangan,” ujarnya pada Sabtu (29/11/2025).

Kondisi serupa juga dialami oleh LPM Campus dan MPQ. Genangan air di lantai empat kerap masuk ke ruang sekretariat dan menghambat kegiatan internal mereka. Ketua Umum MPQ, Afnan Zain, menyebut sejumlah fasilitas GM masih “kurang termonitoring”, mulai dari plafon bocor, saluran air rusak, hingga pantry yang tidak terurus.
Afnan mengaku telah melaporkan kerusakan tersebut melalui kanal resmi kampus, namun perbaikannya memerlukan waktu lama. Selain itu, ia juga menyoroti kebersihan toilet di GM yang dinilai tidak terjadwal dengan baik.
“Ada rumor bahwa kebersihan itu tidak terlalu terjadwal secara rutin, kurang efektif,” ungkap Afnan pada Jumat (28/11/2025).
Hal senada juga disampaikan oleh LPM Campus. Rizaldy, Pimpinan Redaksi LPM Campus yang telah tiga tahun aktif di UKM tersebut, menilai fasilitas Griya Mahasiswa secara umum “cukup membantu”, terutama keberadaan ruang meeting dan akses jaringan internet. Namun, ia menegaskan masih banyak persoalan pada aspek perawatan.
“Cukup oke, tapi kadang kurang nyaman dengan adanya atap yang berlubang seperti yang ada di lantai empat. Ditambah curah hujan yang deras buat lantai empat ini jadi banyak genangan air bahkan sampai masuk ke dalam ruang UKM,” ujarnya Rabu (12/11/2025).
Sanitasi dan Toilet
Masalah sanitasi menjadi sorotan berikutnya. Toilet GM juga tercatat sebagai fasilitas dengan keluhan terbanyak dari berbagai UKM. Alya Tsurrayya, salah satu pengurus PRISMA, menyebut toilet di lantai tiga sebagai fasilitas yang “tidak ramah pengguna”. Beberapa bilik toilet tidak dapat dibuka, shower tidak berfungsi, dan kondisi air yang tidak layak.
“Toilet itu tadi ketika ada proker (program kerja –red) atau ada kegiatan lain misal kotor terus kalau mau mandi itu agak susah soalnya gak dibuka dan airnya kotor, warnanya kuning,” ujar Alya pada Kamis (13/11/2025).

Selain toilet, tempat wudhu juga bisa membahayakan pengguna karena lantainya yang licin dan menyebabkan seseorang terpeleset. Sementara itu, Tapak Suci menyoroti kondisi pantry lantai dua yang terbengkalai selama berbulan-bulan dengan saluran pembuangan air rusak tanpa kejelasan penanggung jawab kebersihan.
Fasilitas Teknis Gedung
Keluhan juga datang dari fasilitas teknis yang dianggap belum memadai. Ketua Umum Unit Seni dan Film (USF), Aditya Dian Nugroho, menyoroti kondisi Ruang Meeting Besar (RMB). Ia menyebut pegangan pintu yang rusak serta peredam suara yang kurang efektif mengganggu kenyamanan penggunaan ruangan. Selain itu, RMB tidak dilengkapi proyektor, sehingga UKM harus menyewa atau membawa peralatan sendiri saat berkegiatan.
“Lalu juga boleh saran perlu diadakannya fasilitas seperti proyektor yang akan sangat membantu pada tiap ruang meeting,” ujarnya pada Rabu (12/11/2025).

Masalah teknis juga dirasakan oleh UKM Taekwondo. Nova Silvyana, salah satu pengurus UKM Taekwondo mengungkapkan bahwa sinyal Wi-Fi di lantai tiga dan empat sering tidak stabil, serta AC di ruang meeting kerap tidak menyala.
“Menurutku peralatan penunjang seperti sound system, proyektor dan lain-lain masih kurang memadai. Dan juga akses internet wifi kadang tidak stabil,” ujar Nova pada Rabu (12/11/2025).
Keterbatasan Ruang dan Sistem Peminjaman
Keterbatasan ruang menjadi persoalan struktural di GM. Dengan jumlah UKM yang hampir mencapai 30 organisasi, ketersediaan ruang dinilai tidak sebanding. Akibatnya, beberapa UKM kerap berebut ruangan ketika program kerja berlangsung bersamaan.
Nova menjelaskan bahwa sistem peminjaman ruang sebenarnya relatif mudah, namun persoalan muncul ketika jadwal antarlembaga saling berbenturan.
“Proses peminjaman ruangan sebenarnya cukup mudah. Hanya perlu mengisi formulir dan koordinasi dengan pengolah. Namun terkadang ada jadwal bentrok antar UKM sehingga perlu penjadwalan yang lebih rapi agar tidak terjadi tumpang tindih,” ujarnya.
Jam Operasional Gedung
Pembatasan jam operasional GM hingga pukul 22.00 juga menjadi kendala serius. Alya menilai pembatasan tersebut membuat sejumlah kegiatan UKM terpaksa dihentikan sebelum selesai. Beberapa UKM bahkan melaporkan GM sempat dibuka terlambat pada hari Ahad, sehingga mengganggu agenda pagi.
“Kan cuma punya waktu malem buat ngerjain proker, kalau sampe jam 10 kayak kurang efektif kita rapatnya,” kata Alya pada Kamis (13/11/2025).
Fasilitas Penyimpanan
Ketiadaan fasilitas penyimpanan yang memadai turut menjadi masalah, terutama bagi UKM yang memiliki aset berukuran besar. Ketua Umum Tapak Suci, Ulin Niam, menyebut organisasinya kesulitan menyimpan perlengkapan latihan karena tidak tersedia gudang khusus.
“Untuk gudang kami sudah melakukan koordinasi komunikasi juga dengan pembina kami dan masih belum menemukan titik terang mengenai hal tersebut,” ujarnya saat diwawancarai secara daring pada Rabu (12/11/2025).
Masalah serupa juga dialami UBV yang mengeluhkan tempat penyimpanan bola voli sudah rusak dan tidak lagi layak digunakan. “Fasilitas yang kurang memadai yaitu tempat untuk menaruh bola voli karena udah tidak berdiri tegak sehingga kurang layak untuk digunakan,” ujar Maszunana Hayyu Ira Gusmita, salah satu anggota UBV, Kamis (13/11/2025).
Respons Pengelola
Selain kondisi fisik fasilitas, respons pengelola GM juga menjadi sorotan. Ketua Umum MEDS, Avrilo Kynan Leandro, menyebut pihak pengelola sebenarnya telah menyediakan G-Form untuk pelaporan kerusakan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
“Karena jujur saja walau telah diberikan G-Form, saya rasa G-Form itu semakin lama hanya digunakan untuk merendam saja, untuk merendam protes mahasiswa terhadap kendala-kendala ini,” jelasnya pada Rabu (26/11/2025).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Ketua Umum KOPMA, Ahmad Satrio Imaduddin, yang menyoroti lamanya proses perbaikan fasilitas. Ia mencontohkan pintu sekretariat KOPMA yang baru direalisasikan setelah menunggu sejak awal pembangunan.
“Baru didapat itu tahun 2024, 2025 awal kemarin. Sebelumnya minta pas awal pembangunan belum dapat,” jelasnya pada Rabu (12/11/2025).
Sebelumnya, Kepala Direktorat Aset Sarana dan Prasarana (DASP) BAU UMS, Hasyim Asyari, menyebut dari laporan tersebut Hasyim akan menindaklanjuti lewat rekanan.
“Saya akan mengirim ke rekanan karena masih tanggung jawab dari mereka. Nah mereka akan ngecek (mengecek –red) dan membenahi sebisa mungkin,” ujar Hasyim, Kamis (20/11/2025).
Hasyim menjelaskan, kebocoran yang terjadi di GM selama lebih dari satu tahun terjadi karena di bawah material atap UPVC (material polimer keras dan tahan lama yang sering digunakan dalam konstruksi –red) itu diberi glasswool (material insulasi dari serat kaca -red) sebagai peredam panas.
Lebih lanjut, tuturnya, kesepakatan pembenahan perbaikan akan dilakukan kembali saat musim kemarau dengan menggunakan galvalum (material dari baja ringan –red) yang tidak menggunakan rockwool (material isolasi serat mineral –red) agar tidak terjadi kebocoran lagi dan untuk kedepannya akan ada timeline atau edaran, terkait proses pembenahan karena memerlukan proses yang bertahap.
“Pihak pelaksana PT Rudi itu sanggup untuk mengganti material atap pakai galvalum. Sehingga kemungkinan akan ada edaran karena kan tidak mungkin dilepas, dipasang. Jadi lepas semua, satu blok baru dipasang, satu blok baru dipasang,” tambah Hasyim.
Adapun tanggapan dari Kepala Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) Ahmad Kholid Al Ghofari, pernah mengaku belum menerima laporan secara resmi dan mengaku hanya mendapatkan laporan secara verbal dari mahasiswa.
“Laporan kebocoran saya terima kemarin siang secara verbal sewaktu bertemu dengan mahasiswa secara langsung di kantor untuk memberikan proposal pengajuan dana,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (20/11/2025).
Perbaikan dari kebocoran di GM akan segera ditindaklanjuti pihaknya kemudian diajukan permohonan ke platform My Aset. Hal tersebut akan dipantau oleh Direktorat Aset Sarana dan Prasarana (DASP) UMS.
“DKPTI akan mengajukan permohonan resmi di my aset lengkap tempat dan foto untuk dipantau tindak lanjutnya dari unit Maintenance DASP,” ujar Kholid di akhir wawancara.
Meski menyimpan berbagai persoalan, Griya Mahasiswa tetap menjadi fasilitas vital bagi keberlangsungan kegiatan UKM. Ruang meeting, sekretariat, mushola, lapangan, dan akses Wi-Fi bermasalah di beberapa titik, menjadi penopang utama aktivitas mahasiswa. Namun, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa persoalan fasilitas GM bersifat sistemik dan membutuhkan penanganan menyeluruh.
Dari kebocoran bangunan, sanitasi yang buruk, keterbatasan fasilitas teknis, hingga lambatnya respons pengelola, seluruh masalah tersebut menegaskan perlunya evaluasi dan perbaikan komprehensif. Tanpa tindak lanjut yang jelas, GM berisiko gagal menjalankan fungsi utamanya sebagai ruang yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh UKM di UMS.
Reporter: Tim Penelitian: Muhammad Zein, Aulya Rahma Santi, Erna Andhika, Anggita Ayu Zahara, & Choiril Amirah Farida
Editor: Muhammad Farhan







