LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com – Sebagai acara tahunan, Parade Teater UMS kembali diadakan di tahun 2019. Diikuti enam teater baik tingkat fakultas maupun universitas, Parade Teater UMS 2019 mengangkat tema Rona-Rona Sandiwara. 

Acara yang digelar setiap tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 24 April sampai dengan 1 Mei 2019 di Gor Kampus ll, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Enam teater yang ada di UMS, baik tingkat fakultas maupun tingkat universitas, tergabung dalam parade ini. Ada Teater Kidung, Teater Wejang, Teater Lugu, Teater Pagar, Teater Ngirit, dan Teater Besi Tua.

Teater Lugu, sebagai salah satu teater yang tampil, mengangkat judul ‘Dhemit’. Judul ini diangkat karena Teater Lugu ingin memvisualisasikan keserakahan manusia terhadap lingkungan. Isnaini Nafira Ramadiani, selaku Pemimpin Produksi Teater Lugu memaparkan, teater ini berkisah tentang sebuah wilayah yang dihuni “dhemit”.

“Jadi wilayah Dhemit ini diambil oleh para kontraktor, dan para Dhemit memberi perlawanan pada kontraktor-kontraktor serakah itu,” ujar mahasiswi yang akrab dipanggil Nafira, saat ditemui Jumat (26/4/2019).

Baca Juga:  UMS Tingkatkan Jumlah Guru Besar Lewat Program Akselerasi

Ada pesan yang disampaikan Teater Lugu kepada penonton, bahwa manusia telah mempunyai porsi masing-masing untuk menikmati dunia ini. Dan sebagai manusia, harus saling menghargai ketika sama-sama membutuhkan.

“Selalu merasa cukuplah karna dari rasa ketidakcukupan adalah akar dari keserakahan,” pungkasnya.

Lain dari Teater Lugu, Teater Kidung mengangkat judul ‘Mak, Ana Asu Mlebu Omah’. ‘Mak, Ana Asu Mlebu Omah’ ini adalah karya pantomimer asal Yogyakarta, Andi SW. Di Surakarta, sudah dipentaskan sebanyak lima kali.

“Pengambilan judul ‘Mak, Ana Asu Mlebu Omah’ berangkat dari fenomena yang ada di dalam sanggar Teater Kidung sendiri,” tutur Riska Ardina, Pemimpin Produksi Teater Kidung, Jumat (26/04/2019).

‘Mak, Ana Asu Mlebu Omah’ terdapat dua subjek yang bertentangan yaitu, Asu dan Omah. Asu selalu dinilai dengan sesuatu yang buruk, tapi bisa jadi omah yang dihuni juga buruk. Lewat judul itu, Teater Kidung ingin menyampaikan pesan kepada penonton untuk jangan menjadi Asu.

“Asu disini berarti perilaku, entah itu dalam artian pembohong, penipu, ataupun sifat buruk lainnya,” pungkasnya.

Reporter         : Meliana Dyah Pertiwi

Editor             : Annisavira Pratiwi

 

Also Read

Tinggalkan komentar