Syifa Rana Tsary, lulusan S1 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), S2 Magister Kenotariatan Universitas Sebelas Maret (UNS), dan S3 Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) UMS. Di usianya yang baru 25 tahun ia berhasil menjadi lulusan termuda S3 PDIH UMS.
Pencapaian ini merupakan pencapaian tertinggi dalam hidupnya dan merupakan impiannya sejak dulu. Menghabiskan pagi hingga sore hari di kampus serta senantiasa berusaha mengerjakan tugas semester dan disertasi tanpa menunda-nunda membuat impiannya terwujud pada Desember 2023 lalu.
Dihubungi reporter pabelan-online.com, Syifa menceritakan bagaimana doa orang tua menjadi dorongan utama dalam meraih kesuksesannya. Mendiang ayahnya selalu bermimpi agar ia bisa melanjutkan kuliah hingga jenjang S3.
“Alhamdulillah, mama berhasil meneruskan amanah papa dan dorongan terbesar juga datang dari diri saya sendiri untuk menyelesaikan studi hingga jenjang tertinggi,” ujarnya, Senin (06/05/2024).
Pencapaian itu tentu tak lepas dari tantangan yang harus Syifa hadapi. Ia harus belajar beradaptasi dalam berbicara, berdiskusi, bergaul dengan orang yang lebih tua, serta menjaga sikapnya.
Perbedaan usia menyebabkan adanya kesenjangan komunikasi, sehingga ia harus berkomunikasi menyesuaikan lawan bicaranya.
Selain itu, manajemen waktu yang baik menjadikan dirinya pandai dalam mengatur jadwal. Meskipun waktu yang dimilikinya menjadi lebih ketat, namun ia tetap konsisten untuk bisa lulus sesuai dengan rencananya.
“Alasan saya bisa lulus cepat dan termuda adalah karena saya memiliki target dari awal dan harus membagi waktu antara bersantai dan serius. Target saya harus diutamakan dan tidak boleh diabaikan, yang penting bagaimana saya bisa mengatur mood dan melawan rasa malas,” ungkapnya, Selasa (07/05/2024).
Menariknya, selain meraih gelar S3 pada usia muda, Syifa juga sering mendapatkan beasiswa.
“Saat S1 saya mendapatkan beasiswa bibit unggul Muhammadiyah dan uang saku, saya juga mendapatkan beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), bahkan saat S3 saya mendapatkan beasiswa 25% serta potongan uang SPP selama 3 tahun,” ungkapnya, Selasa (07/05/2024).
Ia berpesan tidak ada yang tidak mungkin terjadi di dunia ini. Hal itu dapat dibuktikan dengan usaha dan kemampuan. Ia menambahkan, jangan pernah ragu untuk mengejar mimpi meskipun terasa sulit. Melihat pencapaian masa lalu juga bisa menjadi motivasi untuk meraih pencapaian yang lebih besar di masa depan.
“Semoga dengan viralnya video wisuda saya dapat memotivasi mereka yang baru memulai, yang sedang berjuang, yang merasa patah semangat, atau siapa pun dengan ambisi besar dalam hidupnya. Sukses tidak mengenal usia,” harap Syifa, Selasa (07/05/2024).
Reporter: Karima Nur Fadila
Editor: Ferisa Salwa Adhisti






