
UMS, pabelan-online.com – Asisten Dosen (Asdos) Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dinilai tidak kompeten oleh mahasiswa lantaran tidak memberikan penjelasan terkait materi yang disampaikan untuk praktikum. Alih-alih menjelaskan, asdos tersebut hanya membacakan materi yang tertera di PowerPoint Google Meet saja.
Praktikum yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka atau luring di kampus terpaksa ditiadakan dan diganti dengan metode daring. Hal tersebut bukan tanpa alasan, terutama mengingat pandemi Covid-19 yang masih terus menyerang di Indonesia, bahkan di luar negeri sekalipun.
Banyak kampus-kampus yang menerapkan praktikum online, tak terkecuali kampus UMS sendiri juga menerapkan praktikum online demi mematuhi peraturan pemerintah sebagai upaya pencegahan penyebaran rantai Covid-19. Salah satu fakultas di UMS, yakni Fakultas Geografi juga menerapkan praktikum online demi kelancaran mata kuliah di Geografi sendiri.
Tentunya dengan tetap diadakannya praktikum ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa, agar tidak ketinggalan materi mata kuliah, terutama praktikum. Meski harus dilakukan secara daring pun. Namun, terdapat kendala selama praktikum online yang dijalani oleh mahasiswa Fakultas Geografi.
Menurut penuturan salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa ia mengeluhkan cara penyampaian materi yang dilakukan oleh salah satu asdos pada mata kuliah (matkul) praktikum Survei dan Pemetaan Geomorfologi.
Ia menyatakan, bahwa asdos tersebut hanya membacakan materi yang tertera di PowerPoint pada share screen Google Mee. Menurutnya, hal tersebut menjadi sia-sia karena mengikuti kuliah melalui Google Meet hanya mendengarkan orang membaca PowerPoint saja, tanpa ada penjelasan materi. Selain itu, setelah selesai, asdos juga memberikan modul sama persis dengan PowerPoint yang ditampilkan.
Kemudian, mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya juga mengaku jika masih banyak asdos yang tidak kompeten. Beberapa asdos praktikum matkul lain juga memiliki cara penyampaian materi yang sama. Ia berharap, asdos dapat memahami materi, kemudian bisa disampaikan dengan bahasa yang santai agar tidak terkesan seperti pengajar dan murid.
“Harapanya, semoga asdosnya lebih komunikatif dan efisien dalam memberikan pengajaran terhadap mahasiswa,” ujarnya, Jumat (16/4/2021).
Baca Juga: Tiffany: Jangan Takut Gagal, Menyesal-lah Jika Tidak Pernah Mencoba
Selaku Laboran Fakultas Geografi, Rudi Yanto menyatakan bahwa ia sudah berusaha melakukan pengembangan kemampuan pada asdos dengan pemberian pelatihan bersama tentor dari luar. Selain itu, asdos juga dilibatkan dalam praktik langsung di lapangan kerja.
“Tetapi memang belum semua matkul diadakan pelatihan untuk asdos, seperti matkul Survei dan Pemetaan Geomorfologi. InsyaAllah dengan adanya keluhan tersebut akan segera saya tindaklanjuti,” jelasnya, Sabtu (17/4/2021).
Ia juga menjelaskan terkait rencana tindaklanjut yang akan dilakukannya, yakni dengan meminta koordinator asdos matkul yang bersangkutan untuk koordinasi dan mengubah cara penyampaian materinya. Selain itu, juga akan dibuatkan form aduan di website laboratorium Fakultas Geografi dan pengadaan kegiatan pelatihan secara online akan dilakukan.
“Walau pada masa pandemi ini praktikum yang dilakukan secara online dirasa kurang memuaskan bagi mahasiswa, saya tetap berharap teman-teman asdos memberikan ilmu dan layanan yang terbaik bagi mahasiswa,” ujarnya, Sabtu (17/4/201).
Reporter : Kenia Eksidewi
Editor : Rifqah






